Janet Yellen: Ekonomi AS Tidak akan Stagflasi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memperkirakan perekonomian negaranya tidak akan mengalami stagflasi. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara yang disiarkan AFP.
Yellen mengungkapkan, sebagian besar ramalan memperkirakan inflasi akan mereda, karena biaya perumahan bergerak lebih rendah. “Di banyak wilayah di negara ini, harga sewa apartemen baru sebenarnya telah menurun secara keseluruhan,” kata Yellen kepada Fox Business dalam wawancara yang dilansir AFP, Sabtu (16/3/2024).
Baca Juga
CEO JP Morgan Desak The Fed Turunkan Suku Bunga pada Juni, Ini Alasannya
Komentar Yellen muncul setelah CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon baru-baru ini menolak mengesampingkan kemungkinan stagflasi, sebuah kondisi yang menakutkan di mana stagnasi ekonomi seiring kenaikan biaya.
Kontributor Utama Inflasi AS
Lebih lanjut, Yellen menyebut, biaya perumahan adalah kontributor terbesar terhadap inflasi yang sedang berlangsung di AS. Yellen menekankan, ia memiliki ekspektasi bahwa biaya perumahan akan turun tahun ini, sehingga mengurangi tekanan harga.
Namun, Yellen menyampaikan, ia menyesal karena sebelumnya mengatakan bahwa inflasi AS bersifat sementara. Pasalnya, dibutuhkan waktu lebih lama dari beberapa bulan untuk meredam kenaikan harga.
Baca Juga
Harga Emas Terangkat Depresiasi Dolar AS dan Harapan Penurunan Suku Bunga
Inflasi konsumen AS tercatat telah turun dari puncaknya pada tahun 2022, tetapi meningkat secara tak terduga pada bulan Februari menjadi 3,2%. Kondisi ini menggarisbawahi pernyataan Yellen bahwa pemerintah AS melihat jalan yang sulit untuk menurunkan harga.
Di sisi lain, beberapa konsumen menghabiskan lebih banyak uang lewat kartu kredit, karena telah menghabiskan sebagian tabungan mereka. Yellen mengatakan, ia melihat hal ini sebagai normalisasi dan bukan tren baru yang mengganggu.

