Bursa Eropa Menguat di Tengah Ketidakpastian Perang Iran, Sektor Energi Pimpin Reli
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (24/3/2026), meski volatilitas tetap tinggi akibat ketidakpastian penyelesaian konflik Iran.
Baca Juga
Iran-Israel Tetap Saling Serang di Tengah Ketidakpastian, Harga Minyak Tembus US$100
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup naik hampir 0,5%, berbalik dari pelemahan di awal sesi. Sebagian besar sektor mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh saham energi, telekomunikasi, dan kimia.
Kenaikan sektor energi terjadi seiring rebound harga minyak mentah global. Kontrak Brent kembali naik sekitar 4% ke level $103,97 per barel, setelah sempat terkoreksi tajam sehari sebelumnya.
Optimisme pasar sempat muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya pembicaraan produktif dengan Iran menuju resolusi konflik. Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk mencapai kesepakatan.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Teheran, memicu ketidakpastian baru yang membuat pasar bergerak fluktuatif sepanjang hari.
Di sisi korporasi, saham perusahaan properti Inggris Bellway anjlok 17,5% setelah memperingatkan volatilitas pasar hipotek akibat tekanan inflasi.
Sementara itu, kabar potensi merger antara raksasa kosmetik Estée Lauder dan perusahaan Spanyol Puig mendorong saham Puig melonjak 13,4%.
Pergerakan pasar global juga mencerminkan kehati-hatian investor. Bursa Asia sempat menguat namun kehilangan momentum, sementara Wall Street cenderung stagnan setelah reli sebelumnya.
Di pasar komoditas, emas naik tipis 0,14% ke $4.411,95 per troy ounce, mencerminkan permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Data ekonomi yang dirilis turut menjadi perhatian, termasuk PMI manufaktur Jerman dan Inggris, serta data registrasi mobil baru di Uni Eropa—yang menjadi indikator penting kesehatan konsumsi.
Baca Juga
Konflik Timur Tengah Terus Memanas, Risiko Stagflasi Bayangi Zona Euro
Dengan konflik Iran yang belum menunjukkan tanda mereda, pasar diperkirakan tetap bergerak dalam bayang-bayang ketidakpastian, dengan sektor energi menjadi barometer utama arah sentimen global.

