Kedubes Iran Apresiasi Presiden Prabowo yang Siap Mediasi Konflik Timur Tengah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengapresiasi kesiapan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menjadi mediator atau memediasi konflik yang terjadi di Iran usai diserang melalui agresi militer oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini," bunyi keterangan pers Kedubes Iran yang dikutip Minggu (1/3/2026).
Selain itu, Kedubes Iran juga menilai, pentingnya sikap tegas dan pengambilan keputusan oleh pemerintah melalui pejabat-pejabat Indonesia terhadap konflik di Timur Tengah tersebut.
"Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," tambah keterangan pers itu.
Baca Juga
Kedubes Iran Sebut AS-Israel Serang Fasilitas Sipil, 200 Anak Dilaporkan Tewas
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dengan Israel melalui tindakan agresi militer pada Sabtu (28/2) kemarin. Serangan tersebut dilancarkan terhadap lokasi-lokasi sipil, termasuk sekolah-sekolah.
"Melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah serta menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan, sekaligus melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran," bunyi keterangan pers Kedubes Iran yang dikutip Minggu (1/3/2026).
Kedubes Iran juga menyesalkan kalau serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei di kantornya. Tak hanya itu, serangan ke Iran juga menimpa sejumlah sekolah-sekolah yang menyebabkan sebanyak 200 anak-anak meninggal dunia.
"Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," tambah keterangan itu.

