Trump: Serangan AS–Israel ke Iran untuk Hentikan Pengayaan Uranium dan Senjata Nuklir
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump menegaskan bahwa serangan militer Amerika Serikat bersama Israel ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran, merupakan langkah tegas untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran. Trump menyatakan bahwa Iran telah menolak setiap kesempatan untuk meninggalkan pengayaan uranium dan pengembangan senjata nuklir, sehingga Washington tidak memiliki pilihan lain selain bertindak.
“Mereka menolak setiap kesempatan untuk meninggalkan ambisi nuklirnya, dan kami tidak bisa menerimanya lagi. Sebaliknya, mereka mencoba membangun kembali program nuklirnya dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang kini dapat mengancam sahabat dan sekutu kami di Eropa, pasukan kami yang ditempatkan di luar negeri, dan bahkan dalam waktu dekat dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat,” kata Trump dalam pernyataannya lewat rekaman video yang dilansir Gedung Putih, Sabtu, (28/2/2026).
Berikutnya Trump juga menyampaikan Amerika akan menghancurkan rudal-rudal milik Iran dan membumihanguskan industri rudal Iran. "Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri misil mereka hingga ke tanah. Semuanya akan dimusnahkan total," kata Trump.
Trump mengungkapkan bahwa beberapa saat sebelum pernyataan itu disampaikan, militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar di Iran. Menurutnya, tujuan utama operasi tersebut adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran yang ia gambarkan sebagai rezim kejam dan berbahaya. Ia menilai aktivitas Iran selama puluhan tahun telah secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan militer AS, pangkalan-pangkalan luar negeri, serta sekutu-sekutu Washington di berbagai belahan dunia.
Dalam kesempatan yang sama Ia mengingatkan bahwa selama 47 tahun terakhir, Iran terus meneriakkan slogan “Kematian bagi Amerika” dan melakukan kampanye kekerasan yang menargetkan warga sipil dan kepentingan Amerika.
Ia menyinggung penyanderaan puluhan warga Amerika di Kedutaan Besar AS di Teheran selama 444 hari, pengeboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 personel militer, hingga dugaan keterlibatan Iran dalam serangan terhadap USS Cole pada 2000. Selain itu, ratusan tentara Amerika dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan pasukan dan proksi Iran di Irak.
Baca Juga
Israel Luncurkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Menurut Trump, proksi-proksi Iran terus melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah, kapal angkatan laut AS, dan kapal komersial di jalur pelayaran internasional. Ia menyebut aksi-aksi tersebut sebagai “teror massal” yang tidak lagi dapat ditoleransi. Dari Lebanon hingga Yaman, serta dari Suriah hingga Irak, Iran dituding mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris yang telah menyebabkan pertumpahan darah luas.
Trump juga menegaskan bahwa kelompok Hamas, yang ia sebut sebagai proksi Iran, berada di balik serangan brutal 7 Oktober terhadap Israel yang menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil, termasuk 46 warga Amerika, serta menyandera 12 warga negara AS. Ia kembali menyebut Iran sebagai sponsor terorisme negara nomor satu di dunia dan menuding rezim tersebut telah menewaskan puluhan ribu warganya sendiri dalam penindasan terhadap aksi protes.
Dalam konteks kebijakan luar negeri AS, Trump menegaskan bahwa sejak awal pemerintahannya telah menetapkan garis merah bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia mengingatkan bahwa dalam Operasi Midnight Hammer pada Juni tahun lalu, Amerika Serikat telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Meski telah berulang kali diperingatkan dan diajak berunding, Iran dinilai tetap menolak dan justru berusaha membangun kembali program nuklirnya.
Atas dasar itu, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat kini akan melangkah lebih jauh dengan melumpuhkan kekuatan militer Iran. “Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri misil mereka hingga ke tanah. Semuanya akan dimusnahkan total,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika juga akan menghancurkan angkatan laut Iran serta memastikan proksi-proksi teroris di kawasan tidak lagi mampu mengancam stabilitas regional maupun menyerang pasukan Amerika.
Baca Juga
AS–Israel Serang Kediaman Pemimpin Iran Ali Khamenei dan Pezeshkian, Bagaimana Nasib Mereka?
Namun demikian Trump mengakui bahwa operasi militer ini berisiko menimbulkan korban di pihak Amerika Serikat, sebagaimana lazimnya terjadi dalam perang.
Ia pun menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi masa depan dan keamanan jangka panjang, agar rakyat Amerika dan generasi mendatang tidak pernah hidup di bawah ancaman Iran yang memiliki senjata nuklir. Ia juga menyerukan kepada anggota Garda Revolusi Iran, angkatan bersenjata, dan kepolisian Iran untuk meletakkan senjata dengan imbalan kekebalan penuh, atau menghadapi konsekuensi yang berat.
Dalam pesan penutupnya, Trump menyampaikan seruan langsung kepada rakyat Iran agar tetap berlindung di rumah karena situasi yang sangat berbahaya. Ia menyatakan bahwa setelah operasi militer berakhir, rakyat Iran diminta mengambil alih pemerintahan mereka sendiri. “Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian selama beberapa generasi,” kata Trump, seraya menegaskan bahwa Amerika Serikat mendukung rakyat Iran dengan kekuatan besar untuk membuka jalan menuju masa depan yang menurutnya lebih makmur dan bebas.

