Bagikan

Komisi Pengawas Nuklir Arab Saudi Klaim Tak Ada Bocoran Radioaktif Akibat Serangan AS ke 3 Instalasi Nuklir Iran

JAKARTA, Investrotrust.id - Komisi Pengawas Nuklir dan Radiologi Arab Saudi (NRRC) mengonfirmasi melalui sebuah unggahan di platform X bahwa tidak terdeteksi adanya dampak radioaktif di lingkungan Kerajaan Arab Saudi maupun negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) akibat serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir di Iran.

Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS telah melakukan "serangan yang sangat sukses" terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Serangan pada hari Minggu (22/6/2025) menargetkan fasilitas nuklir Fordow, Isfahan, dan Natanz—tiga lokasi utama pengayaan uranium yang menjadi pusat infrastruktur konversi uranium alam menjadi uranium yang diperkaya tinggi atau highly-enriched uranium (HEU). Uranium jenis ini berpotensi digunakan untuk pembuatan senjata nuklir.

Baca Juga

Pasukan AS Bombardir Situs Nuklir Iran, Trump Sebut Fordow Sudah Dihancurkan

Pengayaan merupakan proses peningkatan konsentrasi Uranium-235 (U-235) dalam sampel uranium alam, yang sebagian besar—lebih dari 99 persen—merupakan Uranium-238 (U-238). Hanya U-235 yang bersifat fisil, artinya inti atomnya dapat dipecah (mengalami fisi) dalam sebuah proses yang menghasilkan energi dan mampu mempertahankan reaksi berantai. Untuk keperluan pembangkit listrik tenaga nuklir, tingkat pengayaan sebesar 3 hingga 5 persen sudah mencukupi. Namun, untuk membuat senjata nuklir, diperlukan uranium yang sangat diperkaya atau HEU, dengan konsentrasi U-235 mencapai 90 persen atau lebih.

Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya bencana nuklir besar, baik dalam bentuk ledakan nuklir maupun kebocoran radiasi berskala besar. Meski demikian, ledakan nuklir tidak diperkirakan akan terjadi dalam kondisi seperti ini, dan sejauh ini tidak ada laporan mengenai kebocoran radiasi besar yang terdeteksi.

Selain NRRC, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lembaga pengawas nuklir global, menyatakan bahwa mereka tidak melihat adanya peningkatan level radiasi di luar lokasi fasilitas (off-site radiation levels) pasca serangan hari Minggu. Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa tidak ada risiko terhadap kesehatan masyarakat sebagai akibat dari serangan tersebut, demikian Gulf times

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024