Iran Tingkatkan Serangan Rudal dan Drone di Teluk, Qatar dan Arab Saudi Cegat Serangan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai negara di kawasan Teluk sebagai bagian dari eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan yang berlangsung pada Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu (14/3/2026) dini hari tersebut menargetkan sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Qatar, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara-negara tersebut.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam beberapa pernyataan menyebutkan bahwa pasukan pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang memasuki wilayah udara di bagian timur dan utara negara itu. Selain itu, militer Saudi juga menyatakan telah menembak jatuh satu rudal balistik yang diarahkan ke wilayah Al-Kharj.
Baca Juga
AS Hancurkan Target Militer di Pulau Kharg, Trump Tidak Serang Infrastruktur Minyak Iran
Serangan juga berdampak pada fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan. The Wall Street Journal melaporkan bahwa lima pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara AS mengalami kerusakan saat berada di pangkalan militer di Arab Saudi. Menurut laporan yang mengutip pejabat AS, kerusakan tersebut diduga akibat serangan Iran, meskipun Komando Pusat AS (CENTCOM) menolak memberikan komentar resmi.
Di Qatar, Kementerian Pertahanan melaporkan adanya beberapa serangan rudal yang diarahkan ke wilayah negara tersebut. Salah satu rudal berhasil dicegat sekitar pukul 02.00 waktu setempat, sementara serangan lainnya terjadi beberapa jam kemudian.
Kementerian Dalam Negeri Qatar juga mengeluarkan peringatan evakuasi sementara bagi warga yang berada di wilayah tertentu setelah menerima notifikasi melalui sistem peringatan nasional. Pemerintah menyediakan tempat tinggal alternatif bagi warga yang terdampak hingga situasi keamanan kembali stabil.
Al Jazeera di Doha melaporkan bahwa sebuah ledakan besar terdengar di langit kota sekitar pukul 01.30 dini hari. Getaran ledakan terasa di berbagai bagian kota, dan untuk pertama kalinya sejak konflik berlangsung dua pekan, sebagian wilayah kota menerima perintah evakuasi sebelum serangan terjadi.
Di Kuwait, Garda Nasional menembak jatuh sebuah drone di salah satu wilayah yang berada di bawah tanggung jawab pengamanan mereka. Pemerintah Kuwait menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan nasional dan melindungi fasilitas vital dari potensi ancaman.
Sementara itu di Uni Emirat Arab, insiden juga terjadi setelah puing-puing dari drone yang dicegat jatuh di wilayah Fujairah dan memicu kebakaran di salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal (bunkering hub). Otoritas setempat menyatakan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Di Dubai, puing-puing yang jatuh dari drone atau rudal yang berhasil dicegat juga menghantam fasad sebuah gedung di kawasan pusat kota. Kantor Media Dubai menyatakan situasi telah terkendali dan tidak ada kebakaran maupun korban jiwa.
Baca Juga
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa kepentingan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab—termasuk pelabuhan, dermaga, dan fasilitas militer—merupakan target yang sah setelah pasukan AS menyerang Pulau Kharg di Iran. IRGC juga memperingatkan warga sipil agar menjauhi fasilitas-fasilitas tersebut guna menghindari korban.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan militer AS telah menyerang seluruh target militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, meskipun tidak menyasar fasilitas energi di pulau tersebut.
Sejak awal konflik, Iran secara intensif meluncurkan serangan rudal dan drone ke berbagai lokasi di kawasan Teluk, menargetkan aset militer Amerika Serikat, pangkalan militer, serta sejumlah fasilitas komersial dan sipil di kawasan tersebut.

