Penjualan iPhone ‘Meledak’, Pendapatan Apple Melonjak Lampaui Ekspektasi
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Apple kembali menegaskan statusnya sebagai raksasa teknologi dengan daya tahan bisnis yang kuat. Dalam laporan kinerja kuartal pertama fiskal yang dirilis Kamis (29/1/2026), perusahaan asal Cupertino itu membukukan lonjakan pendapatan 16% secara tahunan, melampaui ekspektasi analis dan menandai kebangkitan signifikan setelah periode pertumbuhan yang sempat tersendat pada tahun sebelumnya.
Pendapatan Apple tercatat mencapai US$143,76 miliar, sementara laba bersih melonjak menjadi US$42,10 miliar, atau US$2,84 per saham terdilusi. Angka ini jauh di atas capaian periode yang sama tahun lalu, sekaligus memperkuat sentimen positif pasar terhadap prospek jangka pendek perusahaan. Saham Apple pun langsung merespons dengan penguatan dalam perdagangan setelah jam bursa.
Baca Juga
Saham Apple Dongkrak Wall Street, Indeks Dow Jones Terbang di Atas 500 Poin
Direktur keuangan Apple Kevan Parekh mengatakan perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal Maret akan naik antara 13% hingga 16% secara tahunan, setara dengan kisaran US$107,8 miliar hingga US$110,66 miliar. Analis yang disurvei LSEG memperkirakan pendapatan kuartal kedua sebesar US$104,84 miliar. Apple juga menyatakan memperkirakan adanya keterbatasan pasokan iPhone selama kuartal tersebut.
Apple menambahkan bahwa bisnis Services diperkirakan mencatat tingkat pertumbuhan tahunan yang serupa dengan 14% yang dibukukan pada kuartal Desember.
Perusahaan melaporkan laba bersih US$42,10 miliar, atau US$2,84 per saham terdilusi, dibandingkan US$36,33 miliar, atau US$2,40 per saham, pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pendapatan iPhone melonjak 23% secara tahunan menjadi US$85,27 miliar, yang dikaitkan perusahaan dengan kuatnya penjualan model iPhone 17 yang dirilis pada September.
Kunci utama dari kinerja impresif ini kembali bertumpu pada iPhone. Pendapatan dari lini produk tersebut melonjak 23% menjadi US$85,27 miliar, didorong oleh permintaan kuat terhadap iPhone 17 yang dirilis pada September.
“Permintaan terhadap iPhone benar-benar mencengangkan,” ujar CEO Apple Tim Cook kepada CNBC.
Pertumbuhan kuat ini berbalik arah dari kuartal liburan tahun lalu, ketika Apple melaporkan penjualan iPhone yang sedikit menurun.
Cook mengatakan Apple kini memiliki basis perangkat aktif sebanyak 2,5 miliar unit iPhone, Mac, dan perangkat Apple lainnya yang digunakan, naik dari 2,35 miliar yang diumumkan pada Januari tahun lalu. Angka ini menjadi perhatian utama karena mencerminkan besarnya pasar potensial bagi layanan Apple serta perangkat lunak di platform perusahaan.
Apple mencatat kinerja yang sangat kuat di China, termasuk Taiwan dan Hong Kong. Penjualan di kawasan tersebut melonjak 38% selama kuartal menjadi US$25,53 miliar. Cook mengatakan kinerja tersebut didorong oleh penjualan iPhone.
Baca Juga
Penjualan iPhone 17 Melejit, Saham Apple Sentuh Rekor Tertinggi Hampir US$ 4 Triliun
“Kami mencetak rekor tertinggi sepanjang masa untuk pengguna yang melakukan upgrade di China daratan, dan kami melihat pertumbuhan dua digit pada pengguna yang beralih merek,” kata Cook. Upgraders merujuk pada pengguna iPhone lama yang membeli model baru, sementara switchers adalah pelanggan baru yang sebelumnya menggunakan ponsel merek lain.
Di China, Apple “melihat lonjakan yang, sejujurnya, jauh lebih besar dari yang kami perkirakan,” ujar Cook, seraya menambahkan bahwa hal tersebut “didorong oleh produk.”
Penjualan Mac Apple berada di bawah ekspektasi Wall Street dan turun 7% secara tahunan. Perusahaan merilis pembaruan MacBook Pro dengan chip M4 pada November.
Bisnis iPad tumbuh 6% secara tahunan menjadi US$8,6 miliar, melampaui ekspektasi. Cook mengatakan separuh pembeli iPad selama kuartal tersebut belum pernah memiliki iPad sebelumnya.
Apple mengelompokkan AirPods, Apple Watch, Vision Pro, dan aksesori lainnya dalam kategori Wearables, Home, and Accessories. Penjualan kategori ini turun 2% secara tahunan dan meleset dari estimasi analis.
Bisnis Services Apple mencakup langganan seperti Apple TV dan iCloud, serta pendapatan iklan dari perjanjian lisensi dengan Google, garansi AppleCare, dan layanan lainnya. Pendapatan Services tumbuh 14% secara tahunan menjadi US$26,34 miliar. Cook mengatakan jumlah penonton Apple TV meningkat 36% secara tahunan pada Desember.
Awal bulan ini, Apple mengumumkan kemitraan dengan Google untuk menggunakan model AI Gemini dalam mendukung perangkat lunak Apple Intelligence. Apple menghabiskan dana jauh lebih kecil untuk teknologi kecerdasan buatan dibandingkan para pesaingnya seperti Meta dan Microsoft, yang telah berkomitmen menginvestasikan ratusan miliar dolar pada infrastruktur AI.
“Kami benar-benar memiliki platform terbaik di dunia untuk AI,” kata Cook.
Baca Juga
Apple Disebut Kebut Cari Penerus Tim Cook, Siapa Kandidatnya?
Apple menghabiskan US$2,37 miliar untuk belanja modal selama kuartal tersebut, turun dari US$2,94 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, biaya riset dan pengembangan meningkat menjadi US$10,89 miliar dari US$8,27 miliar setahun sebelumnya.
“AI akan membutuhkan investasi tambahan di atas investasi peta jalan produk normal kami,” ujar Parekh.
Seluruh perangkat Apple, termasuk iPhone, Mac, dan iPad, menggunakan kapasitas penyimpanan dan memori yang besar, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan akan menghadapi kenaikan biaya komponen di tengah lonjakan harga memori global akibat kekurangan yang terkait dengan AI.
“Kami berada dalam mode rantai pasok untuk memenuhi tingkat permintaan pelanggan yang sangat tinggi, yang saat ini masih terbatas,” kata Cook. “Pada titik ini, sulit memprediksi kapan pasokan dan permintaan akan kembali seimbang.”
Cook menambahkan bahwa salah satu kendala berasal dari proses manufaktur chip canggih yang dibutuhkan untuk prosesor Apple. Ia juga mengatakan harga memori hanya berdampak minimal pada kuartal tersebut, namun perusahaan memperkirakan dampak yang lebih besar pada kuartal berjalan.
“Kami terus melihat harga pasar untuk memori meningkat secara signifikan,” kata Cook.
Parekh mengatakan Apple menghabiskan hampir US$32 miliar selama kuartal tersebut untuk pembelian kembali saham dan dividen.

