Penjualan iPhone 17 Meledak, Apple Raup US$ 143,76 Miliar di 2025
Poin Penting
|
CALIFORNIA, investortrust.id - CEO Apple Tim Cook menyebut lonjakan penjualan iPhone terbaru sebagai sesuatu yang sangat luar biasa. Hal itu disampaikan usai perusahaan mencatat kinerja keuangan di atas ekspektasi pasar pada kuartal terakhir 2025.
Apple membukukan pendapatan US$ 143,76 miliar, melampaui proyeksi Wall Street, dengan penjualan iPhone melonjak 23% secara tahunan. Pendapatan dari lini iPhone tercatat mencapai US$ 85,3 miliar, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah produk tersebut.
“Ini adalah kuartal yang fantastis bagi iPhone dengan rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa. Ini adalah jajaran iPhone terkuat yang pernah kami miliki dan sejauh ini yang paling populer. Sepanjang kuartal, antusiasme pelanggan terhadap iPhone benar-benar luar biasa,” kata Cook dikutip dari CNBC International, Senin (2/2/2026).
Analis menilai lonjakan ini bukan semata karena konsumen berhenti menahan diri untuk mengganti ponsel lama. Data Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) menunjukkan hampir 50% pengguna iPhone di AS kini memakai ponsel mereka selama tiga tahun atau lebih, naik dari 24% lima tahun lalu.
Menurut analis CIRP Josh Lowitz, peningkatan penjualan iPhone 17 didorong oleh permintaan tertahan dari konsumen yang terakhir membeli iPhone saat pandemi Covid-19. “Sekarang, pembeli iPhone era pandemi memiliki ponsel berusia lebih dari empat tahun. Mereka memang sudah waktunya melakukan upgrade,” ujarnya.
Sementara Analis Wedbush Dan Ives menyebut siklus upgrade iPhone 17 sebagai “kejutan senyap”, dengan sekitar 315 juta pengguna iPhone global belum mengganti perangkatnya selama lebih dari empat tahun.
Baca Juga
Incar Momen Nataru, IM3 Platinum Tawarkan Bundling iPhone 17 Lewat Bonus Roaming
Strategi harga Apple juga dinilai berperan. Perusahaan asal AS itu memangkas pilihan model lama, menjadikan iPhone 17 standar sebagai opsi ‘tengah’, sementara varian Pro dan Pro Max dinilai tidak terlalu mahal untuk membuat konsumen ragu.
Ke depan, analis menilai keberlanjutan pertumbuhan Apple sangat bergantung pada inovasi baru, terutama kecerdasan buatan (AI). Cook mengungkapkan rencana kemitraan dengan Google untuk peningkatan AI Siri, serta akuisisi startup AI asal Israel, Q.ai.
“Semuanya akan bermuara pada AI,” kata Ives, yang memprediksi siklus upgrade Apple masih akan berlanjut dalam 12-18 bulan ke depan.

