Bursa Eropa Menghijau Setelah Trump Umumkan Kesepakatan Terkait Greenland
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa ditutup menguat pada Kamis (22/1/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa sebuah kesepakatan “kerangka kerja” terkait Greenland telah dicapai, serta membatalkan rencana penerapan tarif yang semakin tinggi terhadap sekelompok negara Eropa.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup perdagangan naik 1,1%, dengan sebagian besar sektor dan seluruh bursa utama regional berada di zona hijau.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Usai Trump Redam Isu Terkait Greenland, Dow Terbang Hampir 600 Poin
Pasar global bangkit setelah Trump mengumumkan pada Rabu bahwa dirinya dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah menyepakati sebuah “kerangka kesepakatan masa depan” yang melibatkan Greenland. Sebagai hasil dari negosiasi tersebut, Trump mengatakan ia tidak lagi akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi terhadap sekutu Eropa.
Trump, yang berbicara di hadapan delegasi Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, menggambarkan kerangka tersebut lebih sebagai sebuah “konsep” dalam wawancara dengan CNBC. Ia mengatakan kesepakatan itu akan mencakup kolaborasi AS–Eropa terkait sistem pertahanan rudal Golden Dome yang diusulkan, serta akses terhadap sumber daya mineral di Greenland.
Ketika didesak soal rincian, Trump mengatakan, “ini agak kompleks, tetapi kami akan menjelaskannya nanti.”
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Kamis menyambut perubahan sikap Trump terkait Greenland dan mengatakan dirinya terbuka untuk pembicaraan mengenai Golden Dome.
“Kami bisa bernegosiasi mengenai segala hal yang bersifat politik; keamanan, investasi, ekonomi. Namun kami tidak bisa bernegosiasi mengenai kedaulatan kami. Saya telah diberi tahu bahwa hal tersebut juga tidak menjadi bagian dari kasus ini,” kata Frederiksen, menurut terjemahan Google.
“Kerajaan Denmark ingin terus terlibat dalam dialog konstruktif dengan para sekutu mengenai bagaimana kita dapat memperkuat keamanan di Arktik, termasuk Golden Dome AS, selama hal tersebut dilakukan dengan menghormati integritas teritorial kami,” tambahnya.
Perkembangan ini kemungkinan akan meredakan kekhawatiran pelaku pasar mengenai masa depan NATO. Indeks Dirgantara dan Pertahanan Eropa terakhir tercatat diperdagangkan datar.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemudian mengkritik respons para pemimpin Eropa terhadap ancaman geopolitik dalam pidatonya di WEF di Davos.
Otomotif dan farmasi
Saham otomotif dan farmasi termasuk yang paling terpapar tarif, mengingat besarnya ekspor sektor tersebut ke AS. Saham-saham terkait otomotif naik 2,3%, meskipun memangkas sebagian kenaikan sebelumnya, sementara sektor kesehatan menguat 1,7%.
Masih belum jelas apa yang akan terjadi terhadap kesepakatan dagang Uni Eropa–AS setelah para legislator Eropa menangguhkan persetujuan terhadap perjanjian perdagangan UE-AS yang dicapai tahun lalu.
Berbicara di WEF di Davos, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut perubahan sikap Trump terkait tarif dan Greenland, serta mendesak para pemimpin Eropa agar tidak “menyisihkan kemitraan transatlantik.”
Emas, sebagai aset lindung nilai, melonjak ke level tertinggi baru secara beruntun di tengah ketidakpastian geopolitik. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1%, berbalik arah dari penurunan sebelumnya, setelah mencetak rekor tertinggi pekan lalu. Harga emas spot naik 0,9%.
Baca Juga
Dibayangi Kekhawatiran Perang Dagang Global, Harga Emas Melonjak Tembus Rekor US$ 4.800
Pelemahan dolar AS menjadi topik utama dalam setahun terakhir, terutama dalam beberapa pekan terakhir ketika investor mulai goyah terhadap Amerika. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, terakhir tercatat turun 0,1%.

