WEF 2026: Macron Sebut Dunia Bergeser dari Demokrasi ke Otokrasi, 60 Perang Global Jadi Rekor
Poin Penting
|
DAVOS, Investortrust.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan adanya pergeseran global dari demokrasi menuju otokrasi, yang tercermin dari meningkatnya kekerasan dan konflik bersenjata. Ia menyebut jumlah perang global pada 2024 mencapai lebih dari 60 konflik, tertinggi sepanjang sejarah modern.
Baca Juga
Macron di Davos: Eropa Tak Bisa Pasrah Hadapi Tekanan Dagang AS dan Banjir Industri China
“Kekerasan meningkat, dengan lebih dari 60 perang pada 2024, sebuah rekor absolut. Saya mendengar beberapa di antaranya telah diselesaikan. Konflik telah dinormalisasi, dengan ancaman hibrida meluas ke domain baru, seperti ruang angkasa, informasi, dunia maya digital, perdagangan, dan banyak lagi,” kata Presiden Prancis dalam pidatonya pada KTT Tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (21/1/2026).
Ia menilai normalisasi konflik dan meluasnya ancaman non-konvensional memperlihatkan rapuhnya tatanan global yang selama ini dibangun melalui multilateralisme.
Dalam pidatonya, Macron menyoroti kecenderungan dunia menuju sistem tanpa aturan. Hukum internasional semakin diabaikan dan kekuatan menjadi satu-satunya rujukan. Ia mengatakan ambisi imperialis kembali muncul di berbagai kawasan, memperburuk situasi geopolitik global.
Ia menyinggung perang agresi Rusia terhadap Ukraina yang akan memasuki tahun keempat, serta konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan Afrika, sebagai bukti melemahnya tata kelola kolektif internasional.
Baca Juga
“Ini menandai pergeseran menuju dunia tanpa tata kelola kolektif yang efektif, di mana multilateralisme dilemahkan oleh kekuatan-kekuatan yang menghalanginya atau berpaling darinya,” ujar Macron.

