Sering Tabrak Aturan Internasional, Menlu Sugiono Tak Sebut Intervensi AS di Dunia Internasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono tak secara spesifik menyebut intervensi Amerika Serikat (AS) ke sejumlah negara dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026. Seperti diketahui, setelah memainkan ancaman tarif dagang, AS mengintervensi sejumlah negara untuk mengamankan kebijakan domestiknya.
“Ketika aturan yang disepakati bersama dilanggar tanpa konsekuensi, maka yang runtuh bukan hanya satu aturan, melainkan kepercayaan terhadap aturan dan tatanan itu sendiri,” ujar Sugiono usai berpidato di kantornya, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, Sugiono menyebut pernyataan tersebut tidak diarahkan ke AS.
“Itu kan situasi yang kita lihat ya bahwa multilateralisme diperkuat, perlu ada re-commitment untuk nilai dan aturan-aturan yang kita sepakati,” kata dia.
Menurut Sugiono, aturan-aturan yang dibuat menjadi jaminan terhadap keselamatan semua bangsa di seluruh dunia. Untuk itu, pemerintah perlu memperhatikan nilai-nilai sebagai warga dari pergaulan dan hubungan internasional.
“Jadi apapun yang terjadi di satu tempat di dunia ini, satu negara, cepat atau lambat, langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan kita di sini,” ujar dia.
Baca Juga
Dunia Makin Kabur, Menlu: Kekuatan Ekonomi Bukan Hanya Angka Pertumbuhan
Sugiono menjelaskan ketahanan nasional menjadi penting. Ketahanan nasional yang dia pikirkan yaitu dengan terbentuknya masyarakat yang hidupnya sejahtera, generasi muda yang sekolahnya dan gizinya terjamin, dan saatnya di lapangan pekerjaan.
“Itu merupakan hal-hal yang harus kita fokus karena itu merupakan bagian dari kekuatan dan ketahanan nasional kita. Bangsa kita akan dihormati, dihargai, dan diperhitungkan dalam pencaturan internasional,” ucap dia.
Sugiono menjelaskan menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia yang terbesar adalah mendukung apa yang diupayakan pemerintah.
Bagi Sugiono, ketahanan tidak bisa dipinjam. Ketahanan ini harus dibangun dari dalam negeri.
“Karena di dunia yang tidak pasti, hanya negara yang kuat di dalam yang akan memiliki daya tawar di luar. Inilah yang saya maknai sebagai diplomasi ketahanan,” ujar dia.
Sugiono menjelaskan stabilitas bukanlah kondisi yang datang dengan sendirinya. Stabilitas perlu dikelola disertai dengan kepatuhan yang konsisten terhadap hukum internasional.

