Menlu Sugiono Soroti Rapuhnya Tatanan Dunia, Negara Masuk ke Survival Mode
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyoroti tatanan dunia yang rapuh memasuki 2026 ini. Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026.
“Mengawali tahun 2026, kita diingatkan kembali betapa rapuhnya tatanan dunia saat ini. Kepentingan nasional yang sempit mengalahkan keamanan bersama,” kata Sugiono, di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga
Tindak Lanjut HLSC, Menlu Sugiono Hadiri Pertemuan 2+2 Indonesia–Turki di Ankara
Menurut Sugiono, hukum internasinal yang selama ini menjadi pagar stabilitas dunia sering disalahgunakan melalui pendekatan yang bersifat a la carte.
“Ketika aturan yang disepakati bersama dilanggar tanpa konsekuensi, maka yang runtuh bukan hanya satu aturan, melainkan kepercayaan terhadap aturan dan tatanan itu sendiri,” ujar dia.
Sugiono menjelaskan tata kelola global yang dibentuk untuk mengelola krisis semakin kesulitan mengejar realitas yang terjadi. Sejumlah negara kunci, kata Sugiono, menarik diri dari tanggung jawab tata kelola dunia. Hal ini membuat banyak negara memilih mode bertahan hidup atau survival mode.
“Sejarah terulang kembali, yang kemudian menyebabkan banyak negara masuk ke survival mode-nya masing-masing,” ujar dia.
Sugiono mengingatkan kondisi semacam ini pernah terjadi ketika Liga Bangsa-Bangsa bubar pada 1946 karena tidak mampu mencegah meletusnya Perang Dunia II. Dia menyebut kondisi dunia bergerak ke kompetisi lebih tajam dan fragmentasi yang lebih dalam.
“Yang ditandai dengan interdependensi ekonomi dan peran signifikan dari aktor non-negara,” ucap dia.
Baca Juga
Sugiono mengatakan beragam panggung kepentingan yang muncul atau multiplex world order, aktor yang dominan, aturan, dan kerja sama yang kian transaksional menjadi contohnya.
“Saat ini kita hidup di ruang abu-abu yang berbahaya. Di mana batas antara perdamaian dan perang, tidak tegas dan tanpa celah untuk salah membaca situasi,” ujarnya.

