Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, Nikkei 225 Jepang Merosot Hampir 2%
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik mayoritas melemah pada Kamis (8/1/2026), setelah Wall Street ditutup lebih rendah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Pasar Asia Bergerak Positif, Saham Pertahanan Melonjak Setelah AS Tangkap Maduro
Saham-saham perusahaan pertahanan AS turun setelah Trump mengatakan ia “tidak akan mengizinkan” perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham hingga mereka mengatasi keluhannya terhadap industri tersebut, termasuk soal paket gaji eksekutif dan masalah produksi.
Harga minyak juga turun setelah Trump mengatakan otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak mentah kepada AS, memicu kekhawatiran peningkatan pasokan global.
Kontrak berjangka minyak Brent turun 0,51% menjadi US$60,39 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,61% menjadi US$56,33 per barel.
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang Nikkei 225 turun 1,63%, tertekan oleh saham-saham material dasar dan teknologi. Di antara penurunan terbesar adalah SoftBank yang anjlok 7,59%, serta Tokyo Electron—pemasok peralatan penting pembuatan chip untuk pabrik yang memproduksi chip Nvidia—yang turun 4,01%. Indeks Topix yang lebih luas melemah 0,77%.
Indeks Kospi Korea Selatan ditutup sedikit di atas level datar pada 4.552,37, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,35%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup menguat 0,29% di level 8.720,8. Saham BlueScope Steel turun 1,57% setelah perusahaan menolak tawaran akuisisi senilai US$9 miliar dari Steel Dynamics yang berbasis di AS dan konglomerat Australia SGH, yang sahamnya juga turun 1,92%.
Pada Kamis sore, investor terbesar BlueScope, AustralianSuper, meningkatkan hak suara di perusahaan baja tersebut menjadi 13,52% dari sebelumnya 12,5%, menurut dokumen yang diajukan setelah penutupan perdagangan.
Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,59%, dipimpin penurunan saham material dasar dan teknologi. Lenovo Group turun 3,44%, Kuaishou Technology melemah 2,85%, dan Baidu diperdagangkan 2,76% lebih rendah. Indeks CSI 300 di daratan China turun 1,04%.
Saham Knowledge Atlas Technology JSC, yang lebih dikenal sebagai Zhipu, melonjak hingga 15% pada debutnya di Hong Kong, setelah penawaran umum perdana (IPO) senilai US$558 juta yang menjadikannya “AI tiger” pertama China yang melantai di bursa.
Indeks Nifty 50 India turun 0,83%, sementara indeks BSE Sensex melemah 0,63%.
Kontrak berjangka saham AS relatif datar pada awal perdagangan Asia, setelah indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menghentikan reli tiga hari berturut-turut. Indeks S&P 500 turun sekitar 0,3%, sementara Dow anjlok 466 poin atau sekitar 0,9%.
Baca Juga
Pasar Saham AS Tertekan, Indeks Dow Jones Anjlok Lebih dari 450 Poin
Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi naik hampir 0,2%, didukung lonjakan 2,4% saham induk Google, Alphabet, yang mendorong kapitalisasi pasarnya melampaui Apple untuk pertama kalinya sejak 2019.

