Pasar Asia Pasifik Merosot Seirama dengan Wall Street, Nikkei 225 Jepang Anjlok
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik merosot pada Selasa (11/03/2025), mengikuti kejatuhan di AS setelah kekhawatiran mengenai kebijakan tarif dan kemungkinan resesi di ekonomi terbesar dunia itu.
Pasar Jepang memimpin penurunan di kawasan ini. Dikutip dari CNBC, indeks acuan Nikkei 225 jatuh 2,7% tak lama setelah pembukaan, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 2,8%.
Baca Juga
Penurunan signifikan di Nikkei 225 terjadi pada perusahaan telekomunikasi Fujikura, yang anjlok 6,98%, serta produsen alat berat IHI Corp, yang kehilangan 6,71%.
Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang yang direvisi untuk kuartal keempat tercatat tumbuh 2,2% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi ekonom dan estimasi sebelumnya sebesar 2,8%.
Indeks Kospi Korea Selatan diperdagangkan turun 2,19%, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil anjlok 2,22%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,78%, membalikkan arah dari kenaikan di sesi sebelumnya.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 23.321, menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih lemah dibandingkan dengan penutupan Senin di 23.783,49.
Di AS, saham merosot akibat kekhawatiran bahwa kebijakan tarif Trump dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.
Baca Juga
Wall Street Ambruk: Nasdaq Alami Hari Terburuk, Dow Jones Anjlok Hampir 900 Poin
S&P 500 turun 2,7% setelah sempat menyentuh level terendah sejak September. Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, mengalami penurunan terbesar, merosot 4% dalam sesi terburuknya sejak September 2022. Dow Jones Industrial Average turun 2,08%, berakhir di 41.911,71.
S&P 500 kini turun 8,7% dari rekor tertingginya pada 19 Februari, sementara Nasdaq Composite turun hampir 14% dari puncaknya baru-baru ini. Penurunan 10% biasanya dianggap sebagai koreksi di Wall Street.
Kerugian semakin dalam sepanjang hari, tetapi indeks utama berhasil sedikit pulih dari posisi terendahnya sebelum penutupan sesi.

