Pasar Eropa Ditutup Bervariasi Jelang Natal, Saham Novo Nordisk Melambung 9%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup bervariasi pada Rabu (24/12/2025). Investor mencermati perjalanan tahun yang penuh volatilitas dalam sesi perdagangan yang dipersingkat menjelang Natal.
Baca Juga
Pasar Eropa Capai Rekor Tertinggi Baru, Stoxx 600 ‘Cuan’ 16% Sepanjang 2025
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sedikit di bawah level datar, dengan bursa-bursa utama bergerak bervariasi menjelang penutupan lebih awal pada pukul 12.30 waktu London.
Indeks acuan tersebut mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada Selasa, didorong lonjakan saham Novo Nordisk yang terdaftar di Kopenhagen setelah perusahaan memperoleh persetujuan FDA untuk pil GLP-1 pertama di dunia. Saham Novo Nordisk melanjutkan penguatannya pada Rabu dan ditutup melonjak 9,2%.
Perusahaan farmasi Prancis Sanofi pada Selasa mengumumkan akan mengakuisisi perusahaan AS Dynavax dalam kesepakatan senilai US$2,2 miliar. Dynavax memiliki vaksin hepatitis B dewasa yang sudah dipasarkan serta kandidat vaksin herpes zoster yang masih dalam pengembangan. Saham Sanofi ditutup turun 0,3%.
Merek pakaian olahraga Puma termasuk di antara saham yang bergerak signifikan pada Rabu, dengan harga sahamnya turun 1,6%. Perusahaan Jerman tersebut mengumumkan pinjaman jembatan senilai 500 juta euro dan fasilitas kredit 108 juta euro pada 18 Desember, serta sempat menjadi subjek rumor akuisisi awal bulan ini. Saham Puma telah anjlok lebih dari 50% sepanjang tahun berjalan.
Kontrak berjangka emas dan perak mencatat lonjakan tajam pekan ini setelah menembus level tertinggi baru pada sesi perdagangan Senin dan Selasa. Pada Rabu, emas terakhir diperdagangkan di US$4.521,90 per ons, sementara perak di US$72,365 per ons.
Baca Juga
Aset 'Safe Haven' Terus Diburu, Emas dan Perak Kembali Cetak Rekor
Mantan Komisaris Uni Eropa Thierry Breton, yang berada di balik Digital Services Act (DSA), bersama para aktivis anti-disinformasi, menerima larangan visa dari Amerika Serikat atas dugaan penyensoran platform media sosial AS. Langkah ini terjadi ketika Presiden Donald Trump terus memperketat pembatasan perjalanan bagi pengunjung asing dan mengkritik Eropa.
“Selama terlalu lama, para ideolog di Eropa telah memimpin upaya terorganisasi untuk memaksa platform Amerika menghukum pandangan Amerika yang mereka tentang. Pemerintahan Trump tidak akan lagi menoleransi tindakan sensor ekstrateritorial yang sangat keterlaluan ini,” tulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di X, seperti dikutip CNBC. Ia tidak menyebut nama individu terkait, tapi Wakil Menteri untuk Diplomasi Publik, Sarah Rogers, kemudian mengidentifikasi lima orang yang terdampak.
Di kawasan lain, pasar Asia-Pasifik diperdagangkan sebagian besar menguat, dengan beberapa indeks dijadwalkan tutup lebih awal karena libur Malam Natal. Kontrak berjangka saham AS bergerak mendatar, meski indeks S&P 500 juga mencatatkan rekor penutupan baru.
