Pertahankan Suku Bunga Negatif, BOJ Sebut Target Inflasi Sudah Sangat Dekat
TOKYO, Investortrust.id - Bank of Japan (BOJ) memutuskan dengan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga di -0,1%, dan berpegang pada kebijakan pengendalian kurva imbal hasil yang mempertahankan batas atas imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun sebesar 1% sebagai referensi.
Baca Juga
Ditopang Saham Teknologi, Jepang Pimpin Kenaikan di Pasar Asia
Kebijakan yang dirilis Selasa (23/01/2024), setelah pertemuan dua hari, itu sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
“Kami dapat memastikan bahwa perekonomian bergerak sejalan dengan proyeksi inflasi kami,” kata Gubernur Kazuo Ueda dalam konferensi pers di Tokyo, seperti dikutip CNBC.
“Perkiraan inflasi inti kami berada di 1,9%, sangat dekat dengan target kami sebesar 2%. Hal ini pernah terjadi pada bulan Oktober, namun kali ini terjadi lagi, setelah pengawasan ketat,” jelasnya
Bank sentral Jepang mendefinisikan “inflasi inti-inti” sebagai inflasi yang tidak mencakup pertumbuhan harga pangan dan energi, sedangkan inflasi inti adalah inflasi yang tidak mencakup hanya harga pangan.
“Ini adalah faktor terbesar yang membuat kami lebih yakin dibandingkan sebelumnya bahwa kemungkinan (untuk mencapai target harga kami secara berkelanjutan) secara bertahap semakin meningkat,” tambah Ueda.
Yen menguat 0,7% menjadi 147,4 yen terhadap dolar dan indeks acuan ekuitas Nikkei 225 ditutup 0,1% lebih rendah setelah sempat mendekati level tertinggi baru dalam tiga dekade. Imbal hasil obligasi JGB bertenor 10 dan 30 tahun sedikit lebih tinggi, sementara imbal hasil obligasi jangka pendek perlahan turun.
Prospek inflasi
Dalam perkiraan triwulanannya, anggota dewan BOJ menurunkan perkiraan pertumbuhan rata-rata harga konsumen inti menjadi 2,4% untuk tahun fiskal 2024 mulai bulan April ini, dibandingkan dengan 2,8% yang mereka perkirakan pada bulan Oktober, karena penurunan harga minyak.
Bank sentral juga sedikit meningkatkan perkiraan inflasi CPI inti untuk tahun fiskal 2025 menjadi 1,8% dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,7%.
BOJ tetap berpegang pada perkiraan median sebelumnya untuk tahun fiskal 2024 dan 2025 untuk apa yang disebut “inflasi inti inti” sebesar 1,9%.
Baca Juga

