Sepakat Soal Mineral Kritis, Trump Siapkan Kunjungan ke Beijing April 2026
Poin Penting
|
BUSAN, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan selama satu tahun dengan China mengenai mineral tanah jarang dan mineral penting lainnya. Trump juga memotong tarif fentanyl terhadap Beijing menjadi setengahnya, setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan pada Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
AS-China Capai Konsensus Awal Soal Mineral Kritis dan Perang Tarif Jelang Pertemuan Trump-Xi
Trump mengatakan kepada wartawan di atas pesawat Air Force One saat meninggalkan Korea Selatan bahwa pertemuannya dengan Xi “luar biasa” dan “banyak keputusan telah dibuat.”
“Masalah tanah jarang telah diselesaikan,” ujar Trump, dikutip dari CNBC. Trump menambahkan bahwa kesepakatan tersebut berlaku untuk satu tahun dan akan dinegosiasikan setiap tahun. Tarif yang terkait dengan fentanyl, kata dia, akan diturunkan menjadi 10% dari sebelumnya 20%, berlaku segera, sehingga menurunkan total bea atas ekspor China menjadi 47% dari 57%.
Sebagai imbalannya, Beijing akan “bekerja sangat keras untuk menghentikan fentanyl” dan melanjutkan pembelian kedelai serta produk pertanian Amerika lainnya.
Kontrak berjangka kedelai CME Group turun 1,6%, sementara indeks industri mineral tanah jarang CSI China naik lebih dari 2%, menurut data LSEG.
Terkait penjualan chip Nvidia ke China, Trump mengatakan kedua pihak telah membahas “banyak chip” tetapi tidak termasuk chip tercanggih Blackwell. “Mereka akan berbicara dengan Nvidia dan pihak lain tentang pengadaan chip,” ujarnya. Taiwan, kata Trump, tidak menjadi bagian dari pembahasan.
Kunjungan ke China
Trump mengatakan ia akan mengunjungi China pada bulan April, yang kemudian akan disusul dengan kunjungan Xi ke AS, meski tanpa memberikan jadwal pasti.
Itu merupakan pertemuan pertama antara kedua pemimpin dalam enam tahun terakhir, dan berlangsung selama satu jam empat puluh menit.
Sebelum pertemuan dimulai, kedua pemimpin menunjukkan nada rekonsiliasi, dengan Trump menyebut Xi sebagai “teman lama” yang memiliki “hubungan sangat baik” dengannya, sementara Xi menekankan bahwa ambisi pertumbuhan ekonomi China tidak akan menghambat visi Trump untuk “Make America Great Again.”
Ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu memanas sepanjang tahun ini. Eskalasi terbaru terjadi bulan ini, ketika Beijing memberlakukan kontrol ekspor dan Washington mengancam akan melarang ekspor berbasis perangkat lunak ke China.
Baca Juga
Ketegangan Dagang AS–China Seret Wall Street ke Zona Merah , Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
Dalam beberapa hari terakhir, AS telah membagikan rincian kesepakatan yang ingin dicapai dengan China — mulai dari pembatasan aliran fentanyl ke AS hingga divestasi TikTok dari perusahaan induknya di Beijing, ByteDance. Tarif, pembatasan teknologi, dan mineral tanah jarang juga termasuk dalam agenda pembahasan.
Beijing sebelumnya lebih berhati-hati mengenai peluang tercapainya kesepakatan, namun sebagai tanda mencairnya hubungan, China dilaporkan oleh Reuters telah membeli kargo kedelai AS pertamanya dalam beberapa bulan terakhir pada Rabu.

