Dibayangi Kekhawatiran Lapangan Kerja, Kepercayaan Konsumen AS Turun ke Level Terendah dalam 6 Bulan
Poin Penting
• Indeks kepercayaan konsumen turun 1,0 poin menjadi 94,6 pada Oktober.
• Selisih pasar tenaga kerja naik menjadi 9,4 dari 8,7 pada September.
• Ekspektasi inflasi rata-rata meningkat, niat belanja bervariasi.
WASHINGTON, investortrust.id - Kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah dalam enam bulan pada Oktober di tengah kekhawatiran terhadap ketersediaan lapangan kerja dalam waktu dekat. Hal ini memberikan lebih banyak alasan bagi Federal Reserve untuk kembali memangkas suku bunga pada Rabu.
Baca Juga
Kepercayaan Konsumen AS Merosot, ‘Shutdown’ Ancam ‘Blackout’ Data Ekonomi
Survei Conference Board pada Selasa (28/10/2025) menunjukkan apa yang disebut para ekonom sebagai ekonomi berbentuk “K”, di mana kepercayaan menurun di kalangan konsumen berpenghasilan di bawah 75.000 dolar per tahun, sedangkan mereka yang berpenghasilan di atas 200.000 dolar justru lebih optimistis. Para ekonom berpendapat bahwa rumah tangga berpenghasilan tinggi menjadi penopang utama perekonomian melalui belanja konsumen yang kuat.
Sementara itu, rumah tangga berpenghasilan rendah berjuang untuk memenuhi kebutuhan di tengah harga yang lebih tinggi, termasuk akibat tarif impor luas yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Conference Board menyatakan bahwa penyebutan soal harga dan inflasi dalam komentar tertulis survei tetap menjadi topik utama yang memengaruhi pandangan konsumen terhadap ekonomi bulan ini. Disebutkan pula bahwa meski penyebutan mengenai tarif menurun, jumlahnya masih tergolong tinggi.
“Para konsumen kelelahan, dan wajar saja. Rekor pasar saham tidak membantu mereka mendapatkan pekerjaan atau membeli makanan, dan dengan inflasi barang ritel yang masih naik, banyak warga Amerika yang tertinggal di era Trump 2.0,” kata Christopher Rupkey, kepala ekonom di FWDBONDS, seperti dikutip Reuters. Pejabat The Fed, menurut dia, kemungkinan tidak akan mengabaikan penurunan kepercayaan konsumen ini dan akan memenuhi ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga.
Conference Board menyebutkan indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 94,6 bulan ini, terendah sejak April, dari revisi naik 95,6 pada September. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan indeks akan turun ke 93,2 dari laporan sebelumnya 94,2 di September.
Penurunan kepercayaan terutama terjadi di kalangan konsumen berusia di bawah 35 tahun dan, dalam tingkat lebih kecil, di atas 55 tahun, sementara kelompok usia 35 hingga 54 tahun justru menunjukkan peningkatan. Konsumen yang mengidentifikasi diri sebagai independen melaporkan peningkatan kepercayaan, tetapi sentimen di kalangan Demokrat dan Republik menurun.
Survei menunjukkan penyebutan tentang politik domestik “meningkat signifikan” dalam komentar tertulis, “dengan penutupan pemerintahan yang sedang berlangsung disebut berulang kali sebagai kekhawatiran utama.”
Baca Juga
‘Shutdown’ Pemerintah AS, 750 Ribu Pegawai Terancam Tanpa Gaji
Penutupan pemerintahan yang hampir mencapai satu bulan kini berpotensi menjadi yang terpanjang dalam sejarah, tanpa tanda-tanda negosiasi antara Partai Republik dan Demokrat di Kongres AS untuk mengakhiri kebuntuan anggaran. Kondisi ini menyebabkan penangguhan pengumpulan, pemrosesan, dan publikasi data ekonomi pemerintah. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas kembali suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%–4,00% pada akhir pertemuan dua hari Rabu.
Saham di Wall Street bergerak di dekat rekor tertinggi. Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tipis menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Waspada
Porsi konsumen yang memperkirakan lapangan kerja akan lebih sedikit dalam enam bulan ke depan meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan, menjadi 27,8% dari 25,7% pada September. Proporsi yang memperkirakan lebih banyak lapangan kerja dalam periode itu turun ke level terendah sejak April. Namun, pandangan konsumen terhadap kondisi pasar tenaga kerja saat ini justru membaik.
Indikator yang disebut selisih pasar tenaga kerja—yang dihitung dari pandangan responden apakah pekerjaan mudah atau sulit didapat—melebar menjadi 9,4% dari 8,7% bulan lalu.
Ukuran ini berkorelasi dengan tingkat pengangguran dalam laporan ketenagakerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja dan menunjukkan tingkat pengangguran kemungkinan tetap mendekati level tertinggi empat tahun di 4,3%. Tanpa data ekonomi resmi akibat penutupan pemerintahan, survei Conference Board memberikan gambaran sekilas tentang kondisi pasar kerja.
“Itu mungkin menandakan adanya stabilisasi dalam tingkat pengangguran, meskipun masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah selisih ini mulai mendatar setelah sebelumnya menurun dari puncaknya di 22,2% pada Desember,” beber Abiel Reinhart, ekonom di JP Morgan.
Data pemerintah pekan lalu menunjukkan perlambatan laju kenaikan harga konsumen pada September. Laporan inflasi tersebut diterbitkan meskipun terjadi penutupan pemerintahan untuk membantu Administrasi Jaminan Sosial menghitung penyesuaian biaya hidup 2026 bagi jutaan pensiunan dan penerima tunjangan lainnya, yang akan mendapatkan kenaikan 2,8%.
Ekspektasi inflasi rata-rata Conference Board untuk 12 bulan ke depan naik menjadi 5,9% dari 5,8% pada September. Dengan ekspektasi inflasi yang tinggi, niat belanja konsumen untuk enam bulan ke depan bervariasi.
Baca Juga
Inflasi AS September Lebih Rendah dari Perkiraan, Buka Jalan Pemangkasan Bunga Fed
Ada sedikit peningkatan dalam porsi yang berencana membeli kendaraan bermotor, sebagian besar mobil bekas. Namun, lebih sedikit yang berniat membeli lemari es, televisi, dan pengering pakaian. Sebaliknya, ada sedikit peningkatan dalam niat membeli mesin cuci dan penyedot debu.
Banyak konsumen juga merencanakan liburan, baik domestik maupun internasional. Laporan Beige Book terbaru The Fed mencatat pengeluaran kuat dari individu berpenghasilan tinggi untuk perjalanan dan akomodasi mewah.
Porsi konsumen yang berencana membeli rumah menurun, menunjukkan bahwa pelonggaran suku bunga hipotek mungkin tidak akan mendorong permintaan. Nilai rumah juga tidak banyak melambat meski peningkatan persediaan mulai menahan laju kenaikan harga. Laporan terpisah dari Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA) menunjukkan harga rumah tunggal naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, yang berarti kenaikan tahunan sebesar 2,3%.
“Penjual rumah menunjukkan kesediaan untuk menarik kembali daftar rumah mereka jika tidak mendapatkan penawaran harga yang sesuai, sehingga menahan lonjakan persediaan,” kata Nancy Vanden Houten, kepala ekonom AS di Oxford Economics.

