Klaim Pengangguran AS Menurun, Yield USTreasury 10-Tahun Naik
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke atas 4,11%, tenor 30 tahun ke 4,726%.
- Klaim pengangguran AS turun 33.000 menjadi 231.000, di bawah ekspektasi pasar.
- The Fed pangkas suku bunga acuan 25 bps ke kisaran 4,00%-4,25%.
- Investor menilai pemangkasan ini hanya langkah “risk management,” bukan siklus pelonggaran penuh.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali menguat pada Kamis (18/9/2025) meskipun The Federal Reserve baru saja memangkas suku bunga acuan. Data klaim pengangguran terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja tetap dalam kondisi sehat, meredakan ketakutan investor akan perlambatan ekonomi yang lebih dalam.
Baca Juga
Imbal hasil Treasury 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi di atas 4,11% dan imbal hasil Treasury 2 tahun bertambah 2 basis poin menjadi 3,568%. Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,726%.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengajuan awal untuk tunjangan pengangguran berjumlah 231.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 13 September, turun 33.000 dari level revisi naik pekan sebelumnya dan di bawah estimasi konsensus Dow Jones sebesar 240.000.
Klaim pengangguran yang lebih rendah ini dirilis setelah lonjakan singkat pekan lalu memicu kekhawatiran akan adanya PHK, khususnya karena investor terus memantau tanda-tanda potensi perlambatan ekonomi dan pelemahan di pasar tenaga kerja. Data minggu ini yang lebih jinak menunjukkan bahwa angka klaim yang lebih tinggi pekan lalu sebagian besar disebabkan oleh anomali dari klaim di Texas dan bukan bagian dari masalah yang lebih besar.
Baca Juga
Klaim Pengangguran AS Turun, tapi Pasar Tenaga Kerja Masih Rawan
Imbal hasil melonjak pada Kamis meski Federal Reserve pada Rabu setuju menurunkan suku bunga acuan pinjaman semalam sebesar seperempat poin persentase ke kisaran antara 4,00%-4,25%.
Pergerakan awal suku bunga segera setelah keputusan The Fed adalah lebih rendah, namun kemudian rebound sebelum sesi Rabu berakhir.
Setelah keputusan itu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa langkah pemangkasan ini adalah masalah “manajemen risiko,” meredam harapan akan jalur pemangkasan suku bunga yang panjang dari bank sentral. Para pembuat kebijakan diperkirakan akan menyetujui dua pemangkasan lagi tahun ini, dan hanya satu lagi pada 2026.
“Pemangkasan 25 basis poin The Fed adalah sinyal jelas: pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang membandel mendorong pembuat kebijakan untuk bertindak — namun secara bertahap. Ini bukan perubahan haluan, melainkan langkah terukur,” urai Gina Bolvin, presiden Bolvin Wealth Management Group, seperti dikutip CNBC.

