Yield USTreasury 10-Tahun Menurun Setelah Pengumuman The Fed
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS melemah pada hari Rabu (19/03/2025) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, tetapi menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi secara kolektif, dan menaikkan perkiraan inflasi.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,247%, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun melemah lebih dari 6 basis poin menjadi 3,979%.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama dalam kisaran 4,25%-4,50%, di mana tingkat ini telah bertahan sejak Desember, tetapi tetap mengindikasikan bahwa pemangkasan kemungkinan akan terjadi akhir tahun ini. Pasar sebelumnya memperkirakan hampir tidak ada kemungkinan perubahan suku bunga dalam pertemuan kebijakan dua hari minggu ini.
Selain keputusan suku bunga, FOMC juga mencatat dalam pernyataan pasca-pertemuannya bahwa "ketidakpastian terhadap prospek ekonomi telah meningkat." Para pejabat memperbarui proyeksi suku bunga dan ekonomi mereka untuk periode 2025 hingga 2027, serta mengurangi laju pengurangan kepemilikan obligasi dalam neraca bank sentral.
“Revisi proyeksi anggota FOMC memiliki nuansa ‘stagflasi,’ dengan perkiraan pertumbuhan dan inflasi bergerak ke arah yang berlawanan,” kata Whitney Watson, kepala global sekaligus co-chief investment officer di Goldman Sachs Asset Management, seperti dikutip CNBC.
Untuk saat ini, The Fed berada dalam posisi 'wait and see', sambil memantau apakah perlambatan pertumbuhan berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.
Baca Juga
Trump Akan Terapkan Tarif 25% pada Mobil, Farmasi, dan Semikonduktor
Langkah terbaru The Fed ini terjadi di tengah kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, terutama tarif yang dikenakannya terhadap mitra dagang global, yang terus membuat investor waspada dan meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya resesi.

