Trump "Ngamuk" Usai Razia Pabrik Hyundai, Desak Perusahaan Asing Patuhi Aturan AS
Poin Penting
●
Aparat AS menangkap 475 pekerja, termasuk 300 warga Korsel, dalam operasi imigrasi di Georgia.
●
Trump mendesak perusahaan asing di AS patuhi aturan imigrasi dan wajib rekrut tenaga kerja lokal.
●
Korsel protes keras, menilai tindakan aparat AS berlebihan dan traumatis bagi pekerja.
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa perusahaan asing yang berinvestasi di AS wajib mematuhi aturan imigrasi sekaligus memberikan lapangan kerja bagi warga lokal. Pernyataan keras ini disampaikan setelah razia imigrasi besar-besaran di pabrik baterai mobil Hyundai di Ellabell, Georgia, yang menimbulkan ketegangan diplomatik dengan Korea Selatan.
Dalam operasi yang berlangsung Kamis (4/9/2025), aparat federal menangkap sekitar 475 pekerja, termasuk 300 warga Korsel. Razia itu melibatkan kendaraan lapis baja dan aparat bersenjata lengkap, dengan rekaman video memperlihatkan para pekerja diborgol dan digiring keluar dari pabrik.
Kendaraan lapis baja yang dikerahkan oleh Kepolisian AS saat penggerebekan di pabrik baterai listrik mobil Hyundai di Georgia, AS. Foto: Ist
Insiden tersebut langsung memicu protes dari pemerintah Korsel. Pemerintah Negeri Gingseng menyatakan penyesalan atas perlakuan yang dianggap berlebihan oleh perintah AS.
“Menyusul Operasi Penegakan Imigrasi di Pabrik Baterai Hyundai di Georgia, saya menyerukan kepada seluruh perusahaan asing yang berinvestasi di Amerika Serikat untuk menghormati hukum imigrasi negara ini," tegas Trump lewat akun Truth Social, dikutip Senin (8/9/2025).
Pabrik baterai listrik mobil Hyundai di Georgia, AS. Foto: Ist
Trump pun berdalih atas tuduhan pemerintah Korsel. Ia menambahkan bahwa investasi asing tetap disambut baik, asalkan proses perekrutan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Investasi Anda diterima, dan kami mendorong Anda untuk membawa orang-orang pintar dengan talenta teknis hebat secara legal, agar bisa membangun produk kelas dunia di sini. Kami akan mempermudah proses itu secara cepat dan sah. Yang kami minta sebagai gantinya adalah Anda merekrut dan melatih pekerja Amerika,” tegas Trump.
Meski begitu, Trump menekankan bahwa insiden tersebut tidak akan merusak hubungan AS dengan Korsel. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk membuka jalur khusus bagi tenaga ahli asing agar bisa masuk sementara ke AS guna melatih pekerja lokal.
Pemerintah Korsel melalui pernyataan resminya menyampaikan keprihatinan mendalam atas penangkapan massal tersebut. Seoul menyoroti tindakan aparat AS yang dinilai menimbulkan trauma bagi para pekerja.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan manusiawi, dengan menghormati hak-hak dasar para warga kami,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, isu ini kembali menyoroti prioritas kebijakan Trump yang menempatkan kepentingan tenaga kerja domestik di atas segalanya. Menurut pengamat, langkah ini sejalan dengan agenda ekonomi Trump yang menekankan kedaulatan industri dalam negeri, meski berpotensi memicu gesekan diplomatik dengan negara mitra dagang strategis seperti Korsel.
Proses penangkapan pekerja asal Korea Selatan di pabrik baterai listrik mobil Hyundai di Georgia, AS. Foto: Ist