Pasar Asia Bergerak Bervariasi, Investor Cermati Risiko Tarif dan Data Ekonomi Baru
Poin Penting
- Xi Jinping tampil di parade militer peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, dihadiri 26 pemimpin dunia.
- Hang Seng Hong Kong menguat 0,86%, sementara CSI 300 Tiongkok naik 0,24%.
- PDB Australia tumbuh 1,8% yoy, tercepat sejak September 2023, melebihi ekspektasi 1,6%.
- Imbal hasil JGB 30 tahun Jepang tembus 3,279%, level tertinggi dalam beberapa dekade.
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada Rabu (3/9/2025), mencerminkan kegelisahan investor terhadap kombinasi faktor global. Mulai dari kebijakan tarif, lonjakan imbal hasil obligasi, hingga data pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.
Baca Juga
Pasar Asia Bergerak Positif di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Sorotan pada KTT SCO
Pasar Tiongkok menjadi sorotan setelah pidato Presiden Xi Jinping dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Acara tersebut dihadiri oleh 26 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Dikutip dari CNBC, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,86%, sementara CSI 300 Tiongkok daratan menguat 0,24% pada perdagangan awal.
Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 melemah 1,09%. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II negara itu tumbuh 1,8% year-on-year, laju pertumbuhan tercepat sejak September 2023. Angka tersebut melampaui proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 1,6%, dan lebih tinggi dibandingkan 1,3% pada kuartal sebelumnya.
Baca Juga
Di Atas Ekspektasi, Ekonomi Australia Q2-2025 Tumbuh 1,8% YoY
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,41%, sementara indeks Topix yang lebih luas melemah 0,53%.
Imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) naik, dengan yield JGB tenor 10 tahun bertambah 2,6 basis poin menjadi 1,629%.
Sementara itu, yield JGB tenor 30 tahun naik hampir 7 basis poin menjadi 3,279%, melampaui level tertinggi sebelumnya pada Agustus, sedangkan yield JGB tenor 20 tahun bertambah sekitar 5,3 basis poin ke 2,684%, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 26 tahun pada sesi sebelumnya.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,3% dalam perdagangan yang berfluktuasi, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,19%.

