Dibayangi Tekanan Tarif AS, Produksi Manufaktur Thailand Anjlok
Poin Penting
- MPI Juli Thailand merosot 3,98% YoY, jauh di bawah perkiraan penurunan 1,1%.
- Produksi mobil anjlok 11,39%, penurunan pertama dalam tiga bulan.
- Tarif AS 19% atas impor dari Thailand serta utang rumah tangga tinggi menekan industri.
- Proyeksi pertumbuhan manufaktur 2025 direvisi turun menjadi hanya 0–0,5%.
BANGKOK, investortrust.id - Produksi pabrik Thailand merosot lebih dalam dari perkiraan pada Juli, dipicu oleh anjloknya produksi mobil serta sentimen industri yang melemah akibat tekanan tarif Amerika Serikat dan tingginya utang rumah tangga.
Baca Juga
Indonesia Perlu Belajar dari Thailand dalam Inovasi Kemasan Produk Mamin untuk Dorong Ekspor
Kementerian Perindustrian Thailand, Kamis (28/8/2025), melaporkan indeks produksi manufaktur (MPI/Manufacturing Performance Index) turun 3,98% secara tahunan, jauh lebih buruk dari konsensus pasar dalam jajak pendapat Reuters yang hanya memprediksi penurunan 1,1%. Capaian ini menjadi level terendah dalam hampir dua tahun dan memutus tren kenaikan yang terjadi pada Juni.
Output juga terbebani oleh pengetatan pinjaman bank dan menurunnya sentimen industri, kata kementerian, dengan perekonomian menghadapi utang rumah tangga yang tinggi serta tarif AS.
Indeks MPI telah turun 0,7% secara tahunan dalam tujuh bulan pertama 2025, dan industri kini memperkirakan pertumbuhan nol hingga 0,5% untuk keseluruhan tahun, dibandingkan perkiraan sebelumnya nol hingga 1% pertumbuhan.
Setelah awal tahun yang kuat, ketika bisnis meningkatkan output sebelum tarif AS diberlakukan, aktivitas produksi kini melambat, kata Passakorn Chairat, kepala kantor ekonomi industri kementerian, dalam sebuah konferensi pers.
“Produsen telah menggunakan cukup banyak persediaan. Saat ini, mereka sedang mengamati arah untuk menyesuaikan rencana produksi,” ujarnya.
AS menetapkan tarif 19% pada barang impor dari Thailand, lebih rendah dari tarif 36% yang diumumkan sebelumnya dan sejalan dengan negara-negara lain di kawasan.
Baca Juga
Namun, masih ada ketidakpastian terkait tarif AS atas pengiriman ulang melalui Thailand dari negara ketiga.
Produksi mobil di Thailand, pusat otomotif regional, turun 11,39% pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan tahunan pertama dalam tiga bulan, menurut Federasi Industri Thailand.

