Permintaan Perjalanan Global Meningkat, Laba Qantas Melejit dan Sahamnya Terbang Tembus Rekor
Poin Penting
- Saham Qantas melonjak hingga 13,59% setelah laba setahun penuh melampaui ekspektasi analis.
- Laba dasar sebelum pajak naik 15% menjadi A$2,39 miliar, dengan pendapatan tahunan mencapai A$23,82 miliar.
- Maskapai membagikan dividen 33 sen per saham, tertinggi dalam 17 tahun terakhir, meski dihantam denda A$90 juta.
- Qantas memesan 20 Airbus A321XLR baru, sinyal ekspansi kapasitas premium di pasar internasional.
SYDNEY, investortrust.id - Saham maskapai nasional Australia, Qantas Airways Ltd., mencatat rekor tertinggi pada Kamis (28/8/2025) setelah melaporkan hasil keuangan setahun penuh yang melampaui perkiraan pasar. Lonjakan ini mencerminkan solidnya permintaan perjalanan, baik domestik maupun internasional, di tengah masih tingginya biaya operasional.
Baca Juga
Waspadai Dampak Tarif Trump, Australia Pangkas Bunga ke Level Terendah dalam 2 Tahun
Saham Qantas sempat naik setinggi 13,59% pada perdagangan awal, sebelum memangkas kenaikan menjadi diperdagangkan 9% lebih tinggi pada pukul 12:33 siang waktu setempat.
Maskapai tersebut melaporkan lonjakan laba dasar sebelum pajak sebesar 15% menjadi A$2,39 miliar (US$1,6 miliar), melampaui estimasi konsensus Visible Alpha sebesar A$2,38 miliar. Pendapatannya naik 8,6% menjadi A$23,82 miliar untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni.
Qantas juga menyatakan dividen final sebesar 16,5 sen Australia per saham dan tambahan pembayaran khusus sebesar 9,9 sen, sehingga total dividen biasa untuk tahun tersebut menjadi 33 sen per saham — pembayaran tahunan terbesar maskapai ini dalam 17 tahun terakhir.
Seperti dikutip CNBC, CEO Qantas, Vanessa Hudson, mencatat bahwa unit berbiaya rendahnya, Jetstar, mengalami “tahun yang luar biasa” dengan pembaruan armadanya yang mendorong peningkatan laba signifikan. Hal ini terjadi meskipun penutupan unit Jetstar Asia pada 31 Juli karena “kenaikan biaya dan persaingan di kawasan tersebut.”
“Penutupan Jetstar Asia mendukung strategi Grup Qantas untuk mendaur ulang modal guna meningkatkan pengembalian jangka panjang, mendukung pembaruan armada, dan memperkuat pasar inti,” demikian Qantas.
Anak perusahaan tersebut mencatat lonjakan laba tahunan sebesar 55% saat menerbangkan rekor 16 juta penumpang domestik.
Baca Juga
Pasar Asia Pasifik Menguat, ASX 200 Australia Cetak Rekor Tembus 9.000
Meski kinerja grup secara keseluruhan kuat, Hudson mencatat bahwa beberapa biaya telah meningkat melampaui laju inflasi, yang menurunkan manfaat dari harga bahan bakar yang lebih murah.
Ke depan, Qantas memesan tambahan 20 pesawat Airbus A321XLR, termasuk 16 unit dengan kursi kelas bisnis datar, menandakan dorongan menuju kapasitas narrow-body premium.

