Google Suntik Dana US$ 3,5 Juta ke Edufarmers untuk Solusi AI ke Petani
Reporter | Saliki Dwi Saputra
Editor | Fajar Widhiyanto
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, investortrust.id - Google lewat lengan filantropi Google.org menggelontorkan hibah senilai US$ 3,5 juta (sekitar Rp54 miliar) kepada Edufarmers International Foundation. Sebelumnya yayasan ini juga menghadirkan solusi AI untuk petani di Indonesia, menjadi penerima pertama dari inisiatif APAC AI for Society senilai US$10 juta dari Google.org.
Kini Dana tersebut akan digunakan untuk membawa teknologi kecerdasan buatan (AI) ke 200.000 petani kecil di Thailand dan Vietnam. Program ini akan memperluas jangkauan solusi mereka ke Thailand dan Vietnam.
Langkah ini sendiri dilakukan di tengah tekanan besar pada sektor pertanian Asia Pasifik, yang menyerap sekitar 30% populasi. Perubahan iklim diperkirakan bisa memangkas produktivitas tanaman hingga 50% di beberapa wilayah pada 2050. Di Asia Tenggara, lebih dari 70 juta petani kecil menghadapi tantangan tersebut.
Vice President Google Southeast Asia and South Asia Frontier, Sapna Chadha, mengatakan AI telah mendorong perubahan besar di sektor pertanian yang menjadi inti perekonomian di ASEAN. “Melalui hibah ini, kami menghadirkan potensi tersebut kepada para petani kecil di Thailand dan Vietnam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/8/2025).
Sapna menambahkan, perpaduan teknologi AI dan keahlian lokal diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat sistem pangan dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, COO Edufarmers, Amri Ilmma, menyebut penghargaan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Menurutnya, AI dalam pertanian bersifat personal karena petani adalah inti ketahanan pangan, namun sering menghadapi tantangan sendirian.
“Dengan AI agronomis, kami menjembatani kesenjangan ini agar pengetahuan dapat diakses dan dimanfaatkan secara nyata. Kami menantikan untuk mengadaptasi pengalaman kami di Indonesia demi mendukung petani di Thailand dan Vietnam,” jelas Amri.
Bersama mitra lokal, Edufarmers akan mengembangkan chatbot agronomi berbasis AI yang gratis dan disesuaikan dengan konteks lokal. Teknologi ini membantu petani mendiagnosis penyakit tanaman lewat analisis gambar dan memberi rekomendasi agronomi untuk mendorong pertanian berkelanjutan.
Sebanyak 30.000 petani dan penyuluh juga akan mendapat pelatihan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices) untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, dan pendapatan.
Sekadar informasi, kemitraan Google.org dan Edufarmers sudah terjalin sejak 2022, dengan misi memperkuat ketahanan pangan dan mendorong praktik pertanian berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
