Trump Isyaratkan AS Akan ‘Lewatkan’ Pembicaraan Damai Ukraina Jika Tak Ada Kemajuan dalam Waktu Dekat
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan “melewatkan” upaya menjadi perantara dalam pembicaraan perang Rusia-Ukraina lebih lanjut jika Moskow atau Kyiv “membuatnya sangat sulit” untuk mencapai kesepakatan damai.
Baca Juga
Trump Mengaku Sangat Marah pada Putin Soal Perdamaian di Ukraina
Trump mengatakan kepada para wartawan di Ruang Oval pada hari Jumat (18/4/2025) bahwa ia tidak mengharapkan gencatan senjata terjadi dalam “jumlah hari tertentu”, namun ia ingin hal itu segera terlaksana “dengan cepat”.
Komentar Trump disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa AS akan meninggalkan pembicaraan “jika tidak ada kemajuan”.
“Kami tidak akan melanjutkan upaya ini selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan,” kata Rubio, seraya menambahkan bahwa AS memiliki “prioritas lain yang perlu difokuskan”.
Saat ditanya tentang kesepakatan antara Rusia dan Ukraina, Trump mengatakan, idealnya pertikaian harus dihentikan, apalagi menyangkut orang-orang yang sekarat.
“Namun jika, karena suatu alasan, salah satu dari kedua pihak membuatnya sangat sulit, kami akan mengatakan saja, ‘Kalian bodoh, kalian orang bodoh, kalian orang yang mengerikan,’ dan kami akan langsung melewatkannya,” kata Trump, seperti dikutip BBC.
Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022 dan telah menetapkan sejumlah syarat untuk setiap potensi gencatan senjata.
Meskipun pemerintahan Trump awalnya percaya diri bisa mencapai kesepakatan dengan cepat, upaya untuk mewujudkan gencatan senjata penuh belum membuahkan hasil, dan Washington menyalahkan kedua belah pihak.
Setelah pertemuan dengan para pemimpin Eropa di Paris pada hari Kamis mengenai potensi gencatan senjata, Rubio mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat: “Kita perlu menentukan dengan sangat cepat sekarang – dan saya berbicara dalam hitungan hari – apakah ini memungkinkan atau tidak.”
Ia mengatakan bahwa sudah jelas kesepakatan damai akan sulit dicapai, namun perlu ada tanda-tanda bahwa hal itu bisa segera terwujud.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia akan menghentikan pertempuran dalam 24 jam pertama masa jabatannya jika terpilih kembali.
Prioritas
Marco Rubio memperingatkan bahwa Washington dapat mengakhiri upayanya untuk menengahi perdamaian di Ukraina jika kemajuan yang jelas tidak dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang.
"Jika perang di Ukraina tidak dapat diakhiri, kita harus beralih. Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya. Amerika Serikat telah membantu Ukraina selama tiga tahun terakhir dan kami ingin mengakhirinya, karena ini bukan perang kami," kata Rubio.
Ia mencatat bahwa meski Presiden AS Donald Trump tetap berkomitmen untuk mengupayakan perdamaian, AS juga harus fokus pada prioritas global lainnya.
Baca Juga
"Presiden telah menghabiskan 87 hari di tingkat tertinggi pemerintahan ini untuk berulang kali berupaya mengakhiri perang ini. Kami sekarang mencapai titik di mana kami perlu memutuskan dan menentukan apakah ini mungkin atau tidak. Itulah sebabnya kami melibatkan kedua belah pihak," tambah Rubio.
Rubio, bersama Utusan Khusus Presiden Keith Kellogg dan Utusan Timur Tengah Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan dengan pejabat tinggi Eropa dan Ukraina di Paris pada Kamis guna membahas cara mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

