Pasar Asia Menguat, Beda Arah dengan Wall Street
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik menguat pada Kamis (17/4/2025), beda arah dengan Wall Street yang turun tajam. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan bahwa ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dapat menjadi tantangan bagi tujuan bank sentral dalam mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan.
Baca Juga
Powell Sebut The Fed Hadapi Dilema, Antara Mengendalikan Inflasi dan Mendorong Pertumbuhan
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, memulai hari dengan kenaikan 0,59%, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,26%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,41% saat pembukaan sementara Kosdaq yang berisi saham-saham kapitalisasi kecil naik 1,02%.
S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,18% pada awal perdagangan.
Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 21.008, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan penutupan terakhir HSI di 21.056,98.
Kontrak berjangka AS tidak banyak berubah karena kekhawatiran investor bahwa perdagangan global dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.
Di AS, saham-saham turun tajam setelah Powell memperingatkan bahwa ketegangan perdagangan dapat memengaruhi target inflasi dan ketenagakerjaan The Fed. Aksi jual di Wall Street juga dipicu oleh anjloknya saham Nvidia—perusahaan favorit di bidang kecerdasan buatan—sebesar 6,9%.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Anjlok Hampir 700 Poin, Nasdaq Merosot 3%
Dow Jones Industrial Average kehilangan 699,57 poin, atau 1,73%, dan ditutup di 39.669,39. S&P 500 turun 2,24% dan berakhir di 5.275,70, dipimpin oleh sektor teknologi informasi. Nasdaq Composite turun 3,07% dan ditutup di 16.307,16. Indeks yang sarat saham teknologi ini mengakhiri hari sekitar 19% di bawah penutupan tertingginya, mendekati wilayah pasar bearish.

