Beda Arah dengan Wall Street, Pasar Asia Pasifik Cenderung Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik menguat pada Kamis (13/02/2025), bertolak belakang dengan Wall Street yang jatuh setelah data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan.
Baca Juga
Powell Isyaratkan Tak Ada Urgensi Penurunan Bunga, Pasar Asia Pasifik Bergerak Beragam
Dikutip dari CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,26%.
Nikkei 225 Jepang melaju 1,1%, sedangkan Topix naik 0,91%. Kospi Korea Selatan menguat 0,71%, sementara Kosdaq yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil diperdagangkan mendekati level sebelumnya.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,58%, sedangkan CSI 300 China daratan tetap stagnan.
Di AS, indeks S&P 500 merosot dan imbal hasil obligasi melonjak setelah harga konsumen naik lebih tinggi dari yang diperkirakan pada Januari.
Baca Juga
Wall Street Terguncang Setelah Rilis Data CPI, Dow Anjlok Lebih dari 200 Poin
Indeks S&P 500 turun 0,27% dan ditutup pada 6.051,97, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 225,09 poin, atau 0,5%, menjadi 44.368,56. Nasdaq Composite sedikit naik 0,03% dan ditutup pada 19.649,95.
Data inflasi terbaru menunjukkan bahwa kecil kemungkinan The Fed melanjutkan kampanye pemotongan suku bunganya dalam waktu dekat, bahkan muncul kekhawatiran langkah berikutnya bisa berupa kenaikan suku bunga.
Baca Juga
Powell Ingatkan Target Inflasi, Harapan Pemangkasan Bunga Fed Memudar
Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada hari Rabu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mencatat bahwa data CPI terbaru menjadi pengingat akan kemajuan The Fed dalam membawa inflasi lebih dekat ke target 2%, tetapi mengakui bahwa "belum sepenuhnya tercapai."
Perdana Menteri India Narendra Modi sedang melakukan perjalanan ke AS untuk berbicara dengan Presiden Donald Trump dan pemerintahannya. Dia diharapkan dapat meredakan ancaman tarif balasan serta membahas kebijakan kecerdasan buatan.

