Volatilitas Mereda, Imbal Hasil Obligasi AS 10-Tahun Turun
NEW YORK. Investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit menurun pada hari Selasa (15/4/2025), memberi sedikit jeda di tengah periode volatilitas di pasar obligasi.
Baca Juga
Imbal hasil Treasury 10 tahun yang menjadi acuan turun sekitar 3 basis poin menjadi 4,335%. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun naik sekitar 1 basis poin menjadi 3,841%.
Perkembangan ini terjadi setelah sepekan volatilitas di pasar obligasi, yang mencatat lonjakan lebih dari 50 basis poin pada imbal hasil Treasury 10 tahun.
Meskipun jeda tarif selama 90 hari yang diumumkan Presiden Donald Trump sempat menarik imbal hasil turun, imbal hasil 10 tahun tetap rebound dan ditutup di atas 4,5% pada hari Jumat.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Menembus Level 4,5%, Pertanda Apa?
Besarnya aksi jual ini memunculkan pertanyaan tentang siapa pihak yang melepas Treasury.
“Investor di AS telah khawatir selama puluhan tahun bahwa kepemilikan surat utang pemerintah AS oleh investor China dan Jepang berada dalam risiko,” kata Carol Schleif, kepala strategi pasar di BMO Private Wealth.
China merupakan kreditur asing terbesar kedua bagi Amerika setelah Jepang, dengan kepemilikan sekitar $760 miliar dalam surat utang Treasury.
Selain itu, menurut Felix Brill, kepala investasi di VP Bank, kombinasi antara kekhawatiran terhadap utang dan aksi jual oleh hedge fund bisa jadi turut berkontribusi terhadap pelepasan Treasury,
“Sebagai contoh, kami melihat peningkatan pada spread CDS untuk utang AS, dan dari kejadian-kejadian sebelumnya, kami tahu bahwa margin call dan kebutuhan akan likuiditas dapat menyebabkan tekanan tambahan di pasar,” ujarnya kepada CNBC.

