Imbal Hasil Obligasi AS Turun di Tengah Memanasnya ‘Perang Dagang’ AS-China
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi AS turun pada Selasa (04/02/2025) saat pelaku pasar menilai ketegangan perdagangan global dan menantikan lebih banyak data ekonomi.
Baca Juga
Kebijakan Tarif Trump pada Tiga Negara, Awal ‘Perang Dagang Global’
Dikutip dari CNBC, imbal hasil USTreasury 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,511%, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun turun kurang dari 5 basis poin ke 4,216%.
Investor khawatir bahwa ketegangan perdagangan yang terus berlanjut dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan harga obligasi naik. Imbal hasil berbanding terbalik dengan harga obligasi.
China mengumumkan pada Selasa bahwa mereka akan merespons dengan serangkaian tindakan balasan terhadap AS dan akan memberlakukan tarif tambahan hingga 15% pada beberapa impor tertentu.
Baca Juga
Balas Trump, China Terapkan Tarif Tambahan Hingga 15% pada Sejumlah Produk AS
Langkah ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump pada Sabtu lalu mengenakan tarif 10% terhadap barang-barang yang masuk dari China. Tarif ini merupakan tambahan dari tarif 25% yang telah diterapkan pada masa jabatan pertamanya.
Para trader merasa lega pada Senin setelah Trump setuju untuk menunda penerapan tarif terhadap Meksiko dan Kanada setidaknya selama 30 hari, setelah kedua negara tersebut sepakat untuk menerapkan langkah-langkah guna mencegah perdagangan opioid fentanyl ke AS.
Pasar kini menantikan laporan nonfarm payrolls Januari yang akan dirilis pada Jumat, yang akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi ketenagakerjaan.

