Ubah Kebijakan Tarif, Trump Akan Beri ‘Reward’ Negara yang Tidak Membalas
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Donald Trump secara dramatis mengubah arah kebijakan tarifnya. Trump menurunkan tarif khusus menjadi tarif universal sebesar 10% untuk semua mitra dagang, kecuali China.
Baca Juga
Trump Tunda 90 Hari Pemberlakuan Tarif Baru, Ancam Tarif 125% untuk China
Menurut pernyataan dari Gedung Putih, dikutip dari CNBC, Kamis (10/4/2025), kebijakan baru ini merupakan bagian dari strategi yang selama ini sudah direncanakan, meskipun pekan lalu pemerintahannya menerapkan tarif besar-besaran yang memicu kekacauan di pasar.
Sementara itu, Gedung Putih menegaskan bahwa tarif impor dari China akan segera melonjak menjadi 125%, berlaku efektif segera. Langkah tersebut disusul dengan pengumuman Beijing yang memberlakukan tarif timbal balik sebesar 84% atas barang-barang AS, yang akan mulai diberlakukan pada 10 April. Selain itu, China juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan baru, meminta warganya untuk menghindari kunjungan ke Amerika Serikat.
Trump mengatakan, China sebenarnya ingin membuat kesepakatan. Tapi, China tidak tahu, bagaimana melakukannya.
Baca Juga
Tak Gentar Ancaman Trump, China Kenakan Tarif Balasan Sebesar 84% atas Barang AS
Kanada dan Meksiko
Pemerintah AS memastikan bahwa kebijakan revisi tarif tersebut tidak akan berdampak pada Kanada dan Meksiko. Seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan kepada CNBC bahwa Kanada dan Meksiko tidak akan dikenai tambahan tarif sebesar 10% atas impor.
Struktur tarif yang ada atas impor dari kedua negara – yakni bea sebesar 25% atas barang-barang yang tidak dicakup oleh kesepakatan perdagangan trilateral USMCA – tetap tidak berubah.
Baca Juga
Langkah strategis ini diyakini akan mempengaruhi dinamika perdagangan internasional. Pejabat diplomatik dan pelaku pasar global terus mengamati perkembangan antara Amerika Serikat dan China dalam konteks perang dagang yang tengah berlangsung.
