Penasihat Ekonomi Gedung Putih Sebut Kejatuhan Pasar Saham Bukan Bagian dari Strategi Trump
WASHINGTON, investortrust.id – Penasihat ekonomi Gedung Putih menepis anggapan bahwa kejatuhan pasar saham merupakan bagian dari strategi Presiden Donald Trump.
Baca Juga
Efek Tarif Impor Trump, Wall Street Terjun ke Jurang 'Merah' hingga Bursa Eropa Hancur Lebur
“Pasar saham yang anjlok bukanlah bagian dari strategi yang disengaja oleh Presiden Trump,” kata direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, dalam program “This Week” dari ABC pada Minggu (06/04/2025).
Pernyataan ini muncul setelah Trump membagikan tautan ke sebuah video di platform media sosialnya, Truth Social, yang mengeklaim bahwa presiden sengaja menyebabkan pasar merosot sebagai bagian dari rencana ekonomi yang lebih luas.
Video tersebut, yang awalnya muncul di TikTok pada bulan Maret, dibagikan oleh Trump pada 4 April, dua hari setelah pengumuman tarifnya.
“Trump menjatuhkan pasar saham sebesar 20% bulan ini, tapi dia melakukannya dengan sengaja. Dan itu bisa membuat Anda kaya,” bunyi video itu.
Video tersebut juga menambahkan bahwa langkah seperti itu dari Trump akan membantu “mendorong uang masuk ke surat utang negara (treasuries), yang memaksa The Fed untuk memangkas suku bunga pada bulan Mei. Ini juga melemahkan dolar dan menurunkan suku bunga hipotek. Disebut dalam video, hal ini memang langkah catur yang gila, tapi berhasil.
Saat terus-menerus ditanya apakah Trump sengaja merancang strategi penjualan besar-besaran di pasar, Hassett mengatakan, Trump tidak berusaha menghancurkan pasar. “Dia berusaha memberikan hasil bagi para pekerja Amerika,” kilahnya.
Menurut Hasset, itu bukan strategi untuk membuat pasar jatuh.
Baca Juga
Perang Dagang Hantam Wall Street, Dow Ambles 2.200 Poin, S&P 500 Anjlok Hampir 6%
Peluncuran tarif balasan oleh presiden pada hari Rabu (02/04/2025) menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar karena meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global yang berkepanjangan dan resesi. Dow Jones Industrial Average turun sekitar 2.231 poin, atau 5,5%, hanya pada hari Jumat — penurunan terbesar sejak Juni 2020.
Baca Juga
S&P 500 Catatkan Aksi Jual US$ 5 triliun Dalam Dua Hari Setelah Pengumuman Tarif Trump
Indeks pasar luas S&P 500 merosot hampir 6% pada hari Jumat, setelah anjlok 4,8% pada hari Kamis. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun hampir 12% dalam dua hari setelah pengumuman tarif dan masuk ke wilayah pasar bearish.

