Penasihat Gedung Putih Sebut Anjloknya Pasar Saham 'Bukan Masalah Besar'
WASHINGTON, investortrust.id – Gedung Putih menanggapi dengan santai gejolak pasar saham yang terjadi, menyusul pengumuman Presiden Donald Trump terkait perubahan besar dalam kebijakan tarif perdagangan.
Baca Juga
Perang Dagang dan Ketidakpastian Tarif Goyang Wall Street, Dow Jones Anjlok 1.000 Poin
Dilansir dari CNBC, Jumat (11/4/2025), penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan bahwa penurunan indeks saham bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Dalam langkah mengejutkan, Trump membatalkan kebijakan tarif khusus negara dan menggantinya dengan tarif universal sebesar 10 persen untuk semua mitra dagang Amerika Serikat, kecuali China. Untuk China, tarif akan meningkat tajam menjadi 145 persen, menurut konfirmasi dari seorang pejabat Gedung Putih kepada CNBC.
Baca Juga
Trump Tunda 90 Hari Pemberlakuan Tarif Baru, Ancam Tarif 125% untuk China
Hassett menyebutkan bahwa saat ini terdapat tawaran kesepakatan dagang dari 15 negara, yang menunjukkan bahwa langkah kebijakan baru ini menuai respons positif di kancah internasional.
Namun demikian, gejolak pasar tak terhindarkan. Setelah mengalami lonjakan besar pada hari Rabu, pasar saham kembali tertekan. Trump sendiri, dalam rapat Kabinet, mengaku belum melihat aksi jual yang terjadi pada hari Selasa dan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang jeda tarif selama 90 hari.
Menurut laporan Wall Street Journal, Trump menyadari bahwa kebijakan tarifnya berpotensi memicu resesi. Namun, ketakutannya akan depresi ekonomi yang lebih dalam menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk menunda penerapan tarif yang lebih tinggi selama tiga bulan ke depan.
Meski situasi pasar menunjukkan volatilitas tinggi, Gedung Putih tetap berusaha menjaga optimisme publik, dengan menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan praktik perdagangan tidak adil, khususnya oleh China.

