Meski Transaksi Hanya Tiga Hari, Harga 10 Saham Ini Anjloknya Tak Kira-kira
JAKARTA, investortrut.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan harga 10 saham mengalami penurunan sebanyak 11,76-31,51% sepanjang pekan ini, meskipun transaksi saham hanya berlangsung tiga hari pekan ini.
Penurunan terdalam melanda saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (TOBA) mencapai 31,51% dari Rp 730 menjadi Rp 500, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) anjlok 28,75% dari Rp 80 menjadi Rp 57, PT Citra Nusantara Gemilang (CGAS) anjlok 22,65% dari Rp 234 menjadi Rp 181.
Penurunan dahsyat lainnya dicatatkan saham PT Pioneerindo Goutmet International Tbk (PTSP) sebanyak 20,51% dari Rp 1.975 menjadi Rp 1.570. Koreksi dalam juga dicatatkan saham termahal ini PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 16,39% dari Rp 143.525 menjadi Rp 120.000.
Baca Juga
Laba dan Harga Saham Unilever (UNVR) Turun Beruntun dalam Lima Tahun
Sebaliknya kondisi berbeda dicatatkan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) dengan lompatan harga mencapai 95% dari Rp 400 menjadi Rp 780, disusul PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melesat 64,75% dari Rp 244 menjadi Rp 402, dan PT Indointernet Tbk (EDGE) menguat 43,45% dari Rp 3.590 menjadi Rp 5.150.
Penguatan serupa juga melanda saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) naik 30,61% dari Rp 147 menjadi Rp 192, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) menguat 29,63% dari Rp 108 menjadi Rp 140, dan PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) naik 27,83% dari Rp 575 menjadi Rp 735.
Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Erfek Indonesia periode 5-7 Februari 2024 atau sepekan ini justru turun tipis 0,05% menjadi 7.235,15. Penurunan dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 3,29%.
Baca Juga
Penjualan Mobil Nasional Diprediksi Tumbuh, Bagaimana dengan Astra (ASII)?
Penurunan juga melanda saham sektor teknologi mencapai 2,47%, sektor saham kesehatan turun 0,70. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor properti 0,79%, sektor keuangan 0,56%, dan sektor transportasi 0,32%.
Selain itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat satu dari beberapa saham yang mencatatkan Sejarah pekan ini dengan keberhasilannya mencapai level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) dalam lima hari beruturut-turut.
Lonjakan harga tersebut juga didukung massifnya aksi beli saham BMRI oleh investor asing dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) perdagangan hari terakhir pekan ini, saham BMRI ditutup menguat Rp 100 (1,46%) menjadi Rp 6.950. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 6.850-6.950.
Sumber: BEI

