Meski Transaksi BEI Hanya Tiga Hari, Saham Ini Melesat 95%
JAKARTA, investortrut.id – Meski perdagangan saham pekan ini hanya berlangsung tiga hari, ada beberapa saham yang mencatatkan penguatan harga fantastis. Bahkan, satu saham berhasil melesat hingga 95%.
Berdasarkan data BEI, penguatan harga saham pekan ini dicatatkan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) mencapai 95% dari Rp 400 menjadi Rp 780, disusul PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melesat 64,75% dari Rp 244 menjadi Rp 402, dan PT Indointernet Tbk (EDGE) menguat 43,45% dari Rp 3.590 menjadi Rp 5.150.
Baca Juga
Top! Saham Bank Mandiri (BMRI) Cetak ATH Lima Hari Berturut-turut
Penguatan serupa juga melanda saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) naik 30,61% dari Rp 147 menjadi Rp 192, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) menguat 29,63% dari Rp 108 menjadi Rp 140, dan PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) naik 27,83% dari Rp 575 menjadi Rp 735.
Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Erfek Indonesia periode 5-7 Februari 2024 atau sepekan ini justru turun tipis 0,05% menjadi 7.235,15. Penurunan dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 3,29%.
Penurunan juga melanda saham sektor teknologi mencapai 2,47%, sektor saham kesehatan turun 0,70. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor properti 0,79%, sektor keuangan 0,56%, dan sektor transportasi 0,32%.
Baca Juga
IHSG Sesi I Naik Tipis, Saham ALII, POLU, dan MPIX Bertahan ARA
Selain itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat satu dari beberapa saham yang mencatatkan Sejarah pekan ini dengan keberhasilannya mencapai level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) dalam lima hari beruturut-turut.
Lonjakan harga tersebut juga didukung massifnya aksi beli saham BMRI oleh investor asing dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) perdagangan hari terakhir pekan ini, saham BMRI ditutup menguat Rp 100 (1,46%) menjadi Rp 6.950. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 6.850-6.950.
Dengan penguatan harga tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) BMRI meningkat menjadi Rp 642,17 triliun. Market cap perseroan kini terpaut rendah dari market cap emiten posisi keempat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bernilai Rp 655,82 triliun.
Sumber: BEI

