JP Morgan Prediksi Ekonomi AS Memasuki Resesi Semester II-2025 Akibat Kebijkan Resiprokal
JAKARTA, investortrust.id – JP Morgan meyakini ekonomi Amerika Serikat (AS) akan memasuki resesi pada paruh kedua tahun 2025 setelah kebijakan Presiden Donald Trump. Pendapatan domestic bruto (PDB) negara tersebut akan turun sebesar 0,3% sepanjang tahun ini.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya telah menetapkan tarif impor baru yang memberatkan ke seluruh negara di dunia. Indonesia kini harus menanggung tarif resprokal 32% ditambah basis tarif 10% untuk melakukan ekspor ke AS.
Baca Juga
Kepala Ekonom JP Morgan Michael Feroli mengatakan resesi ekonomi AS akan terjadi pada kuartal III-2025 dengan perkiraan ekonomi negative 1% dan negative 0,5% pada kuartal terakhir tahun ini. “Dengan demikian pertumbuhan ekonomi AS tahun 2025 bakal negative 0,3% atau terjadi resesi,” tulisnya seperti dilansir Yahoofinance, Sabtu (5/4/2025).
Dia menambahkan bahwa resesi tersebut akan membuat tingkat pengangguran AS meningkat menjadi 5,3%. Bandingkan dengan data pengangguran AS yang dirilis kemarin berada pada level 4,2% sepanjang Maret 2025.
JP Morgan memperkirakan bahwa kenaikan harga sejumlah barang diperkirakan mulai terjadi dalam bebera bulan mendatang. Hal ini berpeluang mengerek naik inflasi lebih tinggi, bahkan kenaikannya lebih tinggi, dibandingkan pasca pancemi. Selain itu, ketidakpastian ekonomi akan mendorong masyarakat untuk mengerem belanja.
Baca Juga
Perang Dagang Hantam Wall Street, Dow Ambles 2.200 Poin, S&P 500 Anjlok Hampir 6%
Sebelumnya, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyebutkan bahwa kebijakan tarif oleh Presiden AS Donald Trump berisiko signifikan terhadap prospek ekonomi global di tengah pertumbuhan yang lesu.
“Kami masih mengevaluasi dampak makroekonomi dari kebijakan tarif yang diumumkan, namun jelas bahwa langkah tersebut merupakan risiko signifikan terhadap prospek ekonomi global di tengah pertumbuhan yang lesu,” kata Kristalina.

