Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Tarif Trump
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (03/04/2025) dalam sesi yang volatil saat Wall Street bersiap untuk peluncuran tarif Presiden Donald Trump.
Baca Juga
Wall Street Volatil Jelang Peluncuran Tarif Trump, S&P 500 dan Nasdaq Menguat tapi Dow Turun Tipis
Indeks S&P 500 naik 0,67%, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,87%. Indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi 30 saham naik 235 poin, atau 0,56%. Sebelumnya dalam sesi tersebut, indeks pasar yang lebih luas sempat turun lebih dari 1%.
Saham Tesla naik 6%, berbalik arah dari penurunan sebelumnya setelah muncul kabar bahwa Presiden Donald Trump memberi sinyal kepada kabinetnya bahwa Elon Musk akan mundur dari perannya sebagai penasihat dalam beberapa minggu mendatang.
Pergerakan ini terjadi menjelang implementasi serangkaian tarif timbal balik Trump yang akan “dimulai dengan semua negara.” Gedung Putih mengungkapkan pada hari Selasa bahwa tarif tersebut “akan berlaku segera” setelah diumumkan dalam sebuah acara di Rose Garden.
Pengumuman tarif sempat memicu kekhawatiran tentang industri mana yang akan paling terdampak dan apakah ekonomi bisa melambat akibat kebijakan ini. Hingga hari Selasa, pemerintahan Trump belum memutuskan tingkat tarif dan masih mempertimbangkan beberapa opsi, menurut laporan Bloomberg News yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
"Kami berharap untuk mengetahui lebih banyak hari ini dari presiden, tetapi kami juga berpikir pasar akan tetap waspada sampai kami mengetahui tentang tindakan balasan dan/atau langkah eskalasi atau retorika dari mitra dagang utama," beber Jon Brager, manajer portofolio di Palmer Square Capital Management, seperti dikutip CNBC.
Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada anggota parlemen bahwa tarif yang diumumkan pada hari Rabu akan berfungsi sebagai “batas atas,” di mana tarif yang diumumkan akan menjadi jumlah tertinggi yang ditetapkan, ungkap Rep. Kevin Hern, R-Okla, kepada Emily Wilkins dari CNBC. Hal ini memberi negara-negara kesempatan untuk mengambil langkah-langkah guna menurunkan jumlah tarif.
Baca Juga
Jelang Keputusan Tarif Trump Hari Ini, Investor Tarik Jutaan Dolar dari ETF Bitcoin dan Ethereum
Investor berharap tarif yang diterapkan lebih rendah dari yang sebelumnya diisukan oleh Gedung Putih. The Washington Post melaporkan pada hari Senin bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk mengenakan tarif sekitar 20% pada sebagian besar impor yang masuk ke negara tersebut. Namun, laporan itu juga menyebutkan bahwa para penasihat memperingatkan bahwa beberapa opsi masih dipertimbangkan.
"Pasar dapat menghadapi banyak berita buruk - mereka mengalami penurunan dan kemudian akhirnya menemukan titik cerah serta mulai pulih (atau mendapatkan bantuan dari The Fed melalui pelonggaran). Namun, dalam lingkungan saat ini, kompleksitas skenario yang mungkin terjadi sulit untuk dianalisis," ungkap Jan Szilagyi, CEO dan salah satu pendiri Reflexivity.
Saham telah mengalami tekanan karena ketidakpastian seputar tarif Trump yang memicu volatilitas pasar baru-baru ini, dengan indeks pasar yang lebih luas turun dalam lima dari enam pekan terakhir. Namun, beberapa investor menganggap penurunan ini berlebihan.

