Inflasi Singapura Capai Titik Terendah dalam Empat Tahun
SINGAPURA, investortrust.id -Indeks harga konsumen (CPI) Singapura tumbuh 0,9% secara tahunan pada Februari, menandai laju pertumbuhan paling lambat dalam empat tahun.
Baca Juga
Laju Inflasi Singapura Januari 1,2% YoY, Terendah Sejak Februari 2021
Angka inflasi itu dirilis Departemen Statistik Singapura pada Senin (24/03/2025), dikutip dari CNBC.
Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi ekonom yang disurvei oleh Reuters dan lebih rendah dibandingkan angka Januari sebesar 1,2%.
Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga akomodasi dan transportasi pribadi, tercatat sebesar 0,6%, lebih rendah dari 0,8% pada Januari dan di bawah perkiraan 0,7% dalam survei Reuters.
Inflasi di Singapura sebagian besar menunjukkan tren menurun, yang mendorong otoritas moneter negara itu untuk melonggarkan kebijakan moneter pada Januari untuk pertama kalinya sejak 2020. Kebijakan ini didasarkan pada penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan serta peringatan tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Otoritas Moneter Singapura (MAS) memperkirakan inflasi utama akan rata-rata berada di kisaran 1,5%–2,5% pada 2025, dibandingkan dengan 2,4% pada 2024.
MAS juga menurunkan proyeksi inflasi inti pada Januari, yang mengecualikan harga akomodasi dan transportasi pribadi, menjadi rata-rata 1%–2% pada 2025. Lebih rendah dibandingkan proyeksi 1,5%–2,5% dalam rilis kebijakan moneter Oktober 2024.
Baca Juga
Pertumbuhan PDB Singapura diproyeksikan berada di kisaran 1%–3% sepanjang 2025, lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 4,4% pada 2024.

