Malaysia Perketat Pengiriman Chip Nvidia, Cegah Bocor ke Cina
KUALA LUMPUR, investortrust.id - Malaysia berencana memperketat regulasi pengiriman chip Nvidia, usai mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil guna menghentikan aliran chip canggih untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke Cina.
Berdasarkan laporan Financial Times, Minggu (23/03/2025), Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri MalaysiaTengku Zafrul Aziz mengatakan pemerintah AS meminta negaranya lebih cermat untuk memantau aliran chip canggih Nvidia. Pasalnya, ada kecurigaan banyak dari chip tersebut justru mendarat di Cina.
"(AS) meminta kami untuk memastikan bahwa kami memantau setiap pengiriman yang datang ke Malaysia, jika melibatkan chip Nvidia," kata Zafrul, dikutip Senin (24/03/2025).
Berdasarkan laporan Financial Times, Minggu (23/03/2025), Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri MalaysiaTengku Zafrul Aziz mengatakan pemerintah AS meminta negaranya lebih cermat untuk memantau aliran chip canggih Nvidia. Pasalnya, ada kecurigaan banyak dari chip tersebut justru mendarat di Cina.
"(AS) meminta kami untuk memastikan bahwa kami memantau setiap pengiriman yang datang ke Malaysia, jika melibatkan chip Nvidia," kata Zafrul, dikutip Senin (24/03/2025).
Baca Juga
Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok Sempat di Bawah 6.000, Nyaris Trading Halt
Kasus Penipuan di Singapura
Zafrul menyebut AS ingin memastikan bahwa chip terbaru dari Nvidia benar-benar digunakan untuk kepentingan sebagai mestinya. "Mereka (AS) ingin kami memastikan berakhir di pusat yang seharusnya, dan tidak tiba-tiba dipindahkan ke tempat lain," tandasnya.
AS dilaporkan sedang menyelidiki apakah perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Cina, DeepSeek, telah menggunakan chip AS yang dilarang dijual ke Cina. Model AI dari DeepSeek ini sempat mengejutkan dunia teknologi pada Januari lalu dengan performanya yang luar biasa.
Sementara itu, Malaysia juga tengah menyelidiki dugaan pelanggaran hukum dalam pengiriman server yang terkait dengan kasus penipuan di Singapura. Server tersebut diduga menggunakan chip canggih yang tunduk pada kontrol ekspor AS.
Awal Maret lalu, jaksa Singapura mengungkapkan di pengadilan pada Maret bahwa kasus tersebut melibatkan perusahaan-perusahaan berbasis di Singapura, yang diduga secara curang memasok server AS ke Malaysia. Transaksi dalam kasus ini diperkirakan mencapai nilai US$ 390 juta.
Laporan media Singapura juga mengaitkan kasus itu dengan kemungkinan transfer chip AI buatan Nvidia ke DeepSeek. Jika terbukti, hal ini dapat menambah ketegangan antara AS dan Cina dalam persaingan teknologi AI dan semikonduktor. (C-13)
AS dilaporkan sedang menyelidiki apakah perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Cina, DeepSeek, telah menggunakan chip AS yang dilarang dijual ke Cina. Model AI dari DeepSeek ini sempat mengejutkan dunia teknologi pada Januari lalu dengan performanya yang luar biasa.
Sementara itu, Malaysia juga tengah menyelidiki dugaan pelanggaran hukum dalam pengiriman server yang terkait dengan kasus penipuan di Singapura. Server tersebut diduga menggunakan chip canggih yang tunduk pada kontrol ekspor AS.
Baca Juga
Awal Maret lalu, jaksa Singapura mengungkapkan di pengadilan pada Maret bahwa kasus tersebut melibatkan perusahaan-perusahaan berbasis di Singapura, yang diduga secara curang memasok server AS ke Malaysia. Transaksi dalam kasus ini diperkirakan mencapai nilai US$ 390 juta.
Laporan media Singapura juga mengaitkan kasus itu dengan kemungkinan transfer chip AI buatan Nvidia ke DeepSeek. Jika terbukti, hal ini dapat menambah ketegangan antara AS dan Cina dalam persaingan teknologi AI dan semikonduktor. (C-13)

