Meski Dilarang, Raksasa Teknologi China Masih Buru Chip Nvidia
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id - Raksasa teknologi China seperti Alibaba Group dan ByteDance tetap agresif memburu chip kecerdasan buatan (AI) buatan Nvidia, meski pemerintah China mendorong pengurangan ketergantungan pada produk AS.
Dikutip dari Reuters, Jumat (5/9/2025), empat sumber yang mengetahui pembahasan pengadaan menyebut, kedua perusahaan ingin memastikan pesanan chip H20 mereka diproses. Model H20 merupakan versi khusus untuk pasar China yang kembali mendapat izin ekspor dari Gedung Putih pada Juli 2025.
Sementara itu, baik Alibaba dan ByteDance kini juga memantau rencana Nvidia merilis chip baru bernama B30A berbasis arsitektur Blackwell. Jika mendapat izin penjualan dari otoritas AS, B30A diperkirakan akan dijual sekitar US$ 20.000–24.000 per unit, atau dua kali lipat dari harga H20.
Baca Juga
TikTok, TikTok, TikTok.. ByteDance Menunggu Vonis TikTok Jadi Perusahaan AS
Pemerintah China sebelumnya telah memanggil sejumlah perusahaan seperti Tencent, ByteDance, dan lainnya untuk mempertanyakan pembelian chip H20. Otoritas menyatakan kekhawatiran terkait risiko informasi, namun tidak secara resmi melarang transaksi.
Di sisi lain, otoritas AS juga ogah perusahaan China sepenuhnya beralih ke chip pesaing seperti Huawei atau Cambricon. Dengan tetap menggunakan Nvidia, ekosistem software Nvidia seperti CUDA masih mendominasi pasar global AI.
Namun, tekanan geopolitik membuat prospek Nvidia di Negeri Tirai Bambu tidak pasti. Pasar ini menyumbang sekitar 13% dari total pendapatan Nvidia pada tahun fiskal lalu.
Baca Juga
Pendapatan ByteDance Naik 29%, TikTok Sumbang Pertumbuhan Terbesar
Sejak akhir Agustus 2025, saham Nvidia anjlok sekitar 6%, meski perusahaan masih menjadi yang paling berharga di dunia dari sisi kapitalisasi pasar. Sang CEO, Jensen Huang, berusaha meredam kekhawatiran dengan memastikan ketersediaan stok H20 di China tetap aman.
Nvidia dilaporkan masih menyimpan persediaan 600.000–700.000 unit H20 dan telah meminta TSMC menambah produksi. Perusahaan juga menargetkan bisa mengirimkan sampel chip B30A ke klien di China untuk uji coba mulai September ini.
Bagi Nvidia, pasar China diperkirakan bernilai hingga US$ 50 miliar jika mereka mampu menawarkan produk kompetitif. Namun jalan ini akan penuh tantangan, karena AS berupaya menjaga kendali atas teknologi kunci, sementara Beijing mendorong kemandirian chip dalam negeri.

