Akhirnya, Roket Elon Musk Digunakan untuk Selamatkan 2 Astronaut di Luar Angkasa
FLORIDA, Investortrust.id - Roket Falcon 9 milik SpaceX berhasil meluncur dari Florida pada hari Jumat (14/3/2025) setelah serangkaian penundaan, dengan misi menjemput dua astronaut dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali ke Bumi.
Dua astronaut yang akan dibawa pulang adalah Butch Wilmore dan Suni Williams. Keduanya awalnya dijadwalkan menjalani misi selama delapan hari, namun masalah teknis membuat mereka harus terdampar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama sembilan bulan.
Kelak mereka akan digantikan oleh tim beranggotakan empat astronaut yang dibawa oleh roket SpaceX. Tim ini diperkirakan akan tiba di Stasiun ISS pada Sabtu (15/3/2025) malam.
Misi Crew-10 awalnya dijadwalkan meluncur dari Florida pada hari Rabu (12/3/2025), namun masalah teknis di darat – terutama karena kapsul yang masih baru membutuhkan perbaikan baterai secara ekstensif – menyebabkan penundaan.
Peluncuran yang dilakukan Jumat juga terjadi beberapa hari setelah sebuah roket SpaceX terlihat meledak di udara, menyebarkan serpihan yang terbakar di langit. Peristiwa ini direkam oleh banyak saksi mata di seluruh dunia, termasuk mereka yang berada di pesawat terbang.
Crew-10 is go for launch! pic.twitter.com/xyQzIJ7Abf
— SpaceX (@SpaceX) March 14, 2025
Terkait pemulangan dua astronaut, NASA menyatakan bahwa mereka menginginkan adanya masa transisi antara kedua tim agar Wilmore dan Williams dapat memberi pengarahan kepada kru baru mengenai perkembangan di stasiun luar angkasa.
Artinya baik Wilmore dan Williams diperkirakan baru akan kembali ke bumi pada pekan depan, dan melakukan pendaratan di perairan lepas pantai Florida, tergantung pada kondisi cuaca.
Kedua astronaut ini akan didampingi kembali ke Bumi oleh kru yang dikirim dalam misi penyelamatan menggunakan pesawat SpaceX pada September lalu, dengan dua kursi kosong telah disediakan untuk Wilmore dan Williams dalam perjalanan pulang.
Sebagaimana diberitakan, sebagai pilot uji untuk kapsul Starliner baru milik Boeing, Wilmore dan Williams awalnya hanya diperkirakan berada di luar angkasa selama sekitar satu minggu saat mereka meluncur dari Cape Canaveral pada 5 Juni.
Namun, serangkaian kebocoran helium dan kegagalan pendorong mengganggu perjalanan mereka ke stasiun luar angkasa, sehingga memicu penyelidikan berbulan-bulan oleh NASA dan Boeing mengenai langkah terbaik untuk mengatasi masalah ini.
Baca Juga
Setelah dinyatakan tidak aman, NASA memutuskan untuk menerbangkan Starliner kembali tanpa awak pada September lalu dan memindahkan Wilmore serta Williams ke penerbangan SpaceX yang dijadwalkan kembali pada Februari.
SpaceX launches mission ISS to save the astronauts Biden left stranded 🚀 pic.twitter.com/NfgomqHIM9
— Sara Rose 🇺🇸🌹 (@saras76) March 14, 2025
Sebagai mantan kapten Angkatan Laut yang sudah pernah tinggal di stasiun luar angkasa sebelumnya, keduanya berulang kali menegaskan bahwa mereka mendukung keputusan yang diambil oleh NASA sejak musim panas lalu.
Selama di ISS, mereka membantu menjalankan berbagai tugas, seperti memperbaiki toilet yang rusak, merawat tanaman, serta melakukan eksperimen. Mereka bahkan melakukan perjalanan luar angkasa (spacewalk) bersama.
Dengan total sembilan kali spacewalk, Williams mencetak rekor baru sebagai astronaut perempuan dengan waktu spacewalk terbanyak sepanjang kariernya.
SpaceX Lakukan Misi Penyelamatan
Meluncur dari Kennedy Space Center milik NASA, kru Crew-10 terdiri atas Anne McClain dan Nichole Ayers dari NASA, yang keduanya adalah pilot militer, serta Takuya Onishi dari Jepang dan Kirill Peskov dari Rusia, yang keduanya merupakan mantan pilot maskapai penerbangan.
Mereka akan menghabiskan enam bulan di stasiun luar angkasa, yang dianggap sebagai durasi misi normal.
"Perjalanan luar angkasa itu sulit, tapi manusia lebih tangguh," kata McClain beberapa menit setelah peluncuran.
Untuk menghemat beberapa minggu, SpaceX akhirnya menggunakan kapsul bekas, mempercepat kepulangan Wilmore dan Williams ke pertengahan Maret.

