Roket Nirawak Elon Musk Meledak
JAKARTA, Investortrust.id - Roket dan wahana luar angkasa Starship milik SpaceX diluncurkan untuk kedua kalinya pada Sabtu 8:03 pagi (18/11/2023) waktu setempat dari fasilitas peluncuran SpaceX di dekat Boca Chica, Texas, meledak.
Roket raksasa Starship tersebut sejatinya berhasil melewati fase lepas landas dan pemisahan yang direncanakan antara wahana luar angkasa tanpa awak dan roket pendorongnya.
Baca Juga
Elon Musk Pamerkan Dominasinya di Industri EV Amerika Serikat
Meskipun penerbangan tidak sukses, karyawan perusahaan dalam siaran langsungnya menyebut sebagai "hari yang luar biasa sukses", yang akan menghasilkan data untuk perbaikan di masa depan.
Sesaat setelah penerbangan, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan akan mengawasi penyelidikan yang dipimpin SpaceX terhadap "kecelakaan" yang menyebabkan hilangnya satu kendaraan peluncuran. Disampaikan lembaga tersebut, tidak ada laporan cedera atau kerusakan properti yang dilaporkan hingga pukul 11:56 pagi waktu setempat.
Namun disampaikan pula oleh otoritas penerbangan tersebut bahwa SpaceX tidak akan dapat meluncurkan Starship lagi sampai penyelidikan selesai, dan perusahaan mengambil tindakan korektif. Ke depan Starship harus memastikan kepada FAA bahwa sistem atau prosedur apa pun yang terkait dengan insiden tersebut tidak akan membahayakan keselamatan publik, demikian FAA dalam pernyataannya yang dikutip Herald, Sabtu (18/11/2023).
Baca Juga
Produsen Baterai EV Kurangi Pasokan Bikin Saham Tesla Anjlok 5%
Penerbangan uji coba ini menandai kemajuan dibandingkan dengan uji coba pada tujuh bulan yang lalu, yang berakhir dengan ledakan beberapa menit setelah lepas landas, dan menyebarkan puing di area sekitarnya serta menghancurkan landasan peluncur. Ledakan saat itu dipicu oleh sistem terminasi penerbangan otonom roket.
SpaceX mengatakan pada saat itu bahwa Starship mulai keluar jalur selama penerbangan karena kebocoran propelan di pendorong roket, yang memengaruhi komputer penerbangan utama dan menyebabkan kehilangan komunikasi.
Setelah penerbangan uji tersebut, FAA memerintahkan SpaceX untuk melakukan perbaikan pada roket, termasuk merancang ulang perangkat kerasnya untuk mencegah kebocoran dan kebakaran.

