Saham Pertahanan Melonjak, Pasar Eropa Menguat
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa menguat pada Senin (03/03/2025), didorong oleh lonjakan saham pertahanan. Para pemimpin regional Eropa mengadakan pembicaraan keamanan yang membahas peningkatan belanja militer.
Baca Juga
Sepakati 'Koalisi' untuk Menjamin Perdamaian Ukraina, Ini 4 Poin Hasil Pertemuan London
Indeks regional Stoxx 600 bergerak berfluktuasi pada awal perdagangan sebelum akhirnya ditutup naik 1,1%. Indeks Stoxx Europe untuk kedirgantaraan dan pertahanan melonjak 8%, mencatatkan sesi terbaiknya dalam lima tahun terakhir.
Sejumlah saham yang mengalami pergerakan terbesar, antara lain saham Hensoldt dari Jerman, yang melesat 22,3%, Leonardo dari Italia yang melonjak 16%, serta Dassault Aviation yang naik 15%.
Saab dari Swedia, Thales dari Prancis, dan BAE Systems dari Inggris juga masuk dalam daftar saham dengan kenaikan tertinggi di Stoxx 600.
Saham Rolls-Royce naik 4,4%. Perusahaan yang bergerak di sektor pertahanan serta penerbangan komersial ini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pekan lalu setelah kembali membagikan dividen.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kepada wartawan di Brussels pada hari Senin bahwa 27 negara anggota blok tersebut akan diberikan rincian mengenai rencana "Rearm Europe" pada hari Selasa.
"Besok, saya akan menginformasikan negara-negara anggota melalui surat mengenai rencana Rearm Europe. Kita membutuhkan lonjakan besar dalam pertahanan, tanpa keraguan. Kami menginginkan perdamaian yang langgeng, tetapi perdamaian yang langgeng hanya bisa dibangun di atas kekuatan, dan kekuatan dimulai dengan memperkuat diri sendiri," urainya, seperti dikutip CNBC.
Komentarnya muncul setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi tuan rumah dalam KTT perdamaian Ukraina pada akhir pekan. Dalam pembicaraan tersebut, pemimpin Inggris itu mengatakan bahwa sekutu Kyiv harus meningkatkan dan terus memberikan dukungan, menyusul pertemuan eksplosif antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Jumat.
Baca Juga
AS-Ukraina Gagal Capai Kesepakatan, Trump Sebut Zelenskyy Tak Menghormati Gedung Putih
Pekan lalu, Inggris berkomitmen untuk meningkatkan belanja pertahanannya sebagai bagian dari PDB dalam beberapa tahun mendatang—sebuah sentimen yang digaungkan oleh para pemimpin lain di KTT tersebut.
Reuters melaporkan pada hari Minggu bahwa partai-partai yang kemungkinan membentuk pemerintahan Jerman berikutnya sedang mempertimbangkan untuk membentuk dana khusus untuk pertahanan dan infrastruktur, dengan yang pertama berpotensi membuka dana sebesar 400 miliar euro ($416 miliar) untuk pengeluaran.
Robin Winkler, kepala ekonom Jerman di Deutsche Bank, menyebut dalam catatannya pada hari Senin bahwa langkah tersebut akan menjadi "pergeseran rezim fiskal dengan proporsi historis."
Data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan inflasi zona euro turun menjadi 2,4% pada Februari, sedikit di atas ekspektasi analis, menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa pada hari Kamis.
Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi turun menjadi 2,3% pada Februari, dari 2,5% pada Januari.
Sementara itu, Indeks Manajer Pembelian (PMI) zona euro menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur blok tersebut mereda ke tingkat paling ringan dalam dua tahun terakhir.
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada Senin pagi, dan pasar Asia-Pasifik sebagian besar naik karena para trader menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai rencana Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada mitra dagang utama AS minggu ini.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Menguat, Investor Menunggu Kejelasan Tarif Trump
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan kepada Fox News pada hari Minggu bahwa tarif pasti yang akan dikenakan terhadap Meksiko dan Kanada mulai Selasa masih "bersifat fleksibel," yang berarti bisa lebih rendah dari usulan 25%. Ia menambahkan bahwa tambahan bea masuk 10% untuk impor dari China sudah "ditetapkan."

