Bursa Eropa Menguat Ditopang Saham Pertahanan, Stoxx 600 Melonjak Hampir 1%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa ditutup menguat pada Jumat (9/1/2026). Investor menilai data ekonomi utama dari Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve tahun ini.
Baca Juga
Penciptaan Lapangan Kerja di AS Melambat, tapi Pengangguran Justru Menurun
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik hampir 1% saat penutupan perdagangan, dengan bursa-bursa regional utama dan sebagian besar sektor berada di zona hijau.
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 50.000 pada Desember, lebih rendah dari revisi turun November sebesar 56.000 dan di bawah estimasi Dow Jones sebesar 73.000.
Saham Eropa mengikuti penguatan di Wall Street, karena angka tersebut memicu harapan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja AS akan mendorong pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan akhir bulan ini.
Saham-saham sektor pertahanan memperpanjang reli untuk hari kelima berturut-turut, naik 0,8% hingga akhir sesi Jumat. Kenaikan ini menyusul seruan Presiden Donald Trump agar belanja militer AS ditingkatkan serta retorika berkelanjutan mengenai aneksasi Greenland.
Trump menyerukan peningkatan belanja militer AS sebesar 50%, dengan target anggaran US$1,5 triliun pada 2027, dalam unggahan di Truth Social pada Rabu malam.
Ia juga semakin gencar menyerukan agar Greenland berada di bawah kendali Washington dan mempertimbangkan berbagai opsi untuk mewujudkannya, termasuk tindakan militer. Langkah tersebut berpotensi mengakhiri NATO, mengingat AS dan Denmark—yang bertanggung jawab atas pertahanan Greenland—sama-sama anggota aliansi tersebut.
Sementara itu, CEO perusahaan tambang Amaroq mengatakan kepada CNBC bahwa AS tengah mempertimbangkan investasi di proyek pertambangan mineral kritis di Greenland. Pernyataan ini muncul menjelang pembicaraan tingkat tinggi antara Washington dan pejabat Denmark mengenai masa depan pulau tersebut, seiring Trump menegaskan pentingnya Greenland bagi keamanan nasional AS.
Saham yang Bergerak
Saham Rolls-Royce, grup dirgantara Inggris, mencetak rekor tertinggi baru pada Jumat dan ditutup naik 1,7%, didorong penguatan sektor pertahanan dan sentimen positif terhadap indeks FTSE 100 Inggris.
Pada Jumat pagi dikonfirmasi bahwa perusahaan tambang Inggris Rio Tinto tengah melakukan pembicaraan awal untuk mengakuisisi perusahaan Swiss Glencore, yang berpotensi menciptakan perusahaan tambang terbesar di dunia. Saham Glencore ditutup melonjak 9,6%.
Baca Juga
Saham perusahaan minyak Eropa melemah sepanjang pekan seiring reaksi investor terhadap langkah Trump di Venezuela, namun memangkas penurunan pada Jumat. BP ditutup naik 2,4%, Shell menguat 3%, dan TotalEnergies naik 3,3%.
Pekan ini merupakan pekan sibuk bagi peritel Inggris, dengan laporan dari Tesco, Marks & Spencer, dan Sainsbury’s, yang semuanya melaporkan penjualan makanan Natal yang kuat. Tesco menaikkan proyeksi laba akhir tahun fiskal 2026 dari £2,9 miliar menjadi £3,1 miliar. Namun, sahamnya justru ditutup turun 1,6%.
Sainsbury’s melaporkan kenaikan penjualan dasar 3,4% pada kuartal ketiga dan menegaskan kembali panduan laba setahun penuh di atas £1 miliar, relatif sejalan dengan hasil tahun fiskal sebelumnya. Meski demikian, saham jaringan supermarket terbesar kedua di Inggris ini anjlok 5,3%, menjadi salah satu yang terburuk di indeks Eropa dan mencatatkan hari terburuk sejak 8 Desember.
Di sisi lain, para legislator Eropa menyetujui sementara perjanjian perdagangan kontroversial dengan blok Mercosur di Amerika Selatan. Kesepakatan yang telah dirundingkan selama puluhan tahun ini mendapat penolakan keras dari petani dan sejumlah negara anggota Uni Eropa karena kekhawatiran akan menciptakan persaingan tidak adil bagi sektor pertanian Eropa.

