Permintaan Chip Baru Melonjak, Nvidia Kian Perkasa di Pasar AI
CALIFORNIA, investortrust.id - Nvidia kembali menunjukkan dominasinya di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan lonjakan permintaan chip AI terbaru mereka, Blackwell. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut pesanan untuk Blackwell sebagai sesuatu yang luar biasa, menepis kekhawatiran tentang kemungkinan penurunan permintaan chip AI akibat persaingan dengan DeepSeek.
"Kami telah berhasil meningkatkan produksi massal Blackwell AI supercomputers dan mencapai miliaran dolar dalam penjualan hanya dalam kuartal pertama," ujar Huang, dikutip dari Reuters, Kamis (27/2/2025).
Kinerja positif ini mendorong saham Nvidia naik 3,7% dalam perdagangan reguler, meskipun sempat mengalami sedikit penurunan dalam perdagangan setelah pasar tutup. Dengan kenaikan lebih dari 400% dalam dua tahun terakhir, Nvidia tetap menjadi pemimpin utama dalam saham berbasis AI.
Transisi Nvidia dari penjualan chip individu ke sistem AI lengkap, termasuk chip grafis, prosesor, dan peralatan jaringan, juga menjadi faktor utama pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Pada kuartal keempat, Nvidia mencatat pendapatan US$ 11 miliar dari produk terkait Blackwell, hampir setengah dari total pendapatan pusat data mereka. Secara keseluruhan, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$ 43 miliar untuk kuartal pertama 2024, melampaui estimasi analis sebesar US$ 41,78 miliar.
Namun, biaya produksi yang tinggi menekan margin keuntungan Nvidia. Perusahaan memproyeksikan margin laba kotor sebesar 71% untuk kuartal pertama, sedikit di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 72,2%.
Baca Juga
Sebelumnya, Nvidia mengalami penurunan nilai pasar sebesar US$ 593 miliar akibat kekhawatiran akan berkurangnya permintaan chip AI, terutama setelah kehadiran DeepSeek. Meski begitu, permintaan di pasar China justru melonjak, dengan perusahaan-perusahaan di sana meningkatkan pesanan untuk chip H20 AI milik Nvidia.
Menurut analis Third Bridge, Lucas Keh, meskipun DeepSeek menghadirkan inovasi baru dalam AI, permintaan dari perusahaan cloud besar tetap menjadi pendorong utama bagi Nvidia. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar AI masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
Selain itu, proyek pusat data Stargate yang diumumkan oleh Donald Trump bulan lalu juga akan menggunakan ethernet Spectrum X dari Nvidia untuk kebutuhan jaringan, semakin memperkuat posisi perusahaan di sektor pusat data.
Keberhasilan Nvidia juga datang dari lonjakan laba per saham yang mencapai 89 sen, mengalahkan estimasi analis sebesar 84 sen. Pendapatan keseluruhan meningkat 78% menjadi US$ 39,3 miliar, dengan pertumbuhan 93% di segmen pusat data, melampaui ekspektasi US$ 33,59 miliar.
Dengan pertumbuhan yang tetap kuat di tengah persaingan dan biaya produksi yang tinggi, Nvidia terus memperkokoh posisinya sebagai pemimpin industri AI. (C-13)
Baca Juga
Bos Nvidia Sebut Pasar Salah Menilai Dampak DeepSeek R1, Mengapa?

