Bagikan

Rilis Chip Agentic AI, Alibaba Tantang Nvidia di Pasar Semikonduktor

Poin Penting

Alibaba melalui DAMO Academy meluncurkan XuanTie C950, prosesor berbasis RISC-V untuk komputasi cloud yang dioptimalkan untuk AI inference dan kebutuhan komputasi agentic
Peluncuran chip baru ini sejalan dengan dorongan Alibaba untuk menjadi pemain all-stack AI, yakni mencakup lapisan hardware, cloud, model, hingga aplikasi.
Pemakaian arsitektur RISC-V menunjukkan upaya Alibaba mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.

JAKARTA, investortrust.id - Alibaba semakin gencar memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan meluncurkan chip baru untuk komputasi agentic AI dan inference. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat persaingan dengan raksasa semikonduktor global seperti Nvidia.

Lewat unit riset Damo Academy, Alibaba memperkenalkan XuanTie C950, prosesor berbasis arsitektur RISC-V yang dioptimalkan untuk kebutuhan komputasi cloud. Chip ini dirancang fleksibel, memungkinkan pengguna menyesuaikan performa untuk berbagai kebutuhan inference AI.

Dilansir dari Reuters, Selasa (24/3/2026), peluncuran ini menjadi strategi besar Alibaba untuk membangun ekosistem AI terintegrasi. Perusahaan menargetkan menjadi pemain “all-stack AI”, mencakup seluruh lapisan teknologi mulai dari infrastruktur hingga aplikasi.

Baca Juga

Alibaba Cloud dan Standard Chartered Teken MoU Dorong Revolusi AI di Industri Keuangan

CEO Alibaba Grup Eddie Wu sebelumnya mengungkapkan bahwa unit chip Alibaba, T-Head, telah membawa akselerator AI miliknya ke tahap produksi massal. Hal ini memperkuat kesiapan perusahaan dalam bersaing dengan pemain besar, termasuk Huawei di pasar domestik China.

Selain pengembangan chip, raksasa asal China itu juga mulai memperluas portofolio perangkat berbasis AI. Perusahaan telah meluncurkan kacamata pintar dan tengah menyiapkan laptop serta perangkat lain untuk mendukung penggunaan agen AI miliknya.

Di tengah ketegangan geopolitik global, Alibaba juga mengandalkan arsitektur RISC-V sebagai alternatif terbuka yang tidak bergantung pada teknologi Barat. Sekadar informasi, RISC-V menjadi pesaing arsitektur milik Arm Holdings dan Intel, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih dalam pengembangan chip.

Baca Juga

Telkomsigma dan Alibaba Cloud Gelar Event Women in Tech, Dorong Transformasi Digital dan Kepemimpinan Perempuan

Adopsi RISC-V sendiri kian meningkat di China, terutama setelah pembatasan teknologi dari AS terhadap sejumlah perusahaan seperti Huawei. Langkah Alibaba pun dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus mempercepat inovasi AI.

Sejumlah analis menyebut Alibaba tidak hanya membidik pertumbuhan di sektor cloud dan AI, tetapi juga mempertegas ambisinya menjadi pemain utama dalam industri semikonduktor global.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024