Likuiditas Global Ketat, BlackRock Perbesar Ceruk Pasar Kredit Swasta
JAKARTA, Investortrust.id - BlackRock, perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, punya goal mencapai pertumbuhan dua digit dalam bisnis kucuran kredit swasta, menyusul semakin banyaknya perusahaan yang mencari pembiayaan melalui pembiayaan swasta di tengah ketatnya likuiditas global.
Disampaikan Chief Investment Officer dan Kepala utang swastaglobal BlackRock, James Keenan dalam sebuah wawancara dengan Nikkei yang membicarakan soal pertumbuhan dan tujuan perusahaan, aset di bawah pengelolaan dana kredit swasta BlackRock mencapai sekitar US$80 miliar atau setara Rp1.256 triliun pada akhir Juni 2023.
Baca Juga
JPMorgan Lansir Platform Blockchain, Tokenized Collateral Network (TCN)
"Pembiayaan atau kucuran kredit swasta (aset dana kelolaan) kami telah tumbuh di tingkat separuh dari dua digit, dan di atas rata-rata pasar," kata Keenan."Yang kami coba capai adalah di atas rata-rata pasar," imbuhnya.
Perusahaan riset berbasis di London, Preqin, memproyeksikan bahwa total aset kelolaan pembiayaan atau kredit swasta global akan mencapai US$2,3 triliun pada akhir tahun 2027, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 10,8%.
Pinjaman swasta sering digunakan untuk kepentingan merger dan akuisisi, serta untuk refinancing yang akan digunakan perusahaan yang terafiliasi dengan lembaga investasi.
Baca Juga
Ini Dia 20 MI Terbesar di Kancah Global, Blackrock Paling Jumbo!
"Meskipun aktivitas merger dan akuisisi (M&A) serta pemberian pinjaman untuk M&A baru melambat, masih ada banyak aktivitas refinancing," kata Keenan mengenai dampak ketatnya kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat.
"Kondisi pemberian pinjaman oleh bank semakin ketatpasca ambruknya Silicon Valley Bank, jadi ketika Anda bertindak sebagai investor swasta atau pemberi pinjaman bagi refinancing, spread per unit risiko yang bisa Anda dapatkan terlihat menarik," kata Keenan.
Ia mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan besar yang sebelumnya mengumpulkan dana melalui obligasi berbunga tinggi dan pinjaman sindikasi juga semakin banyak yang menggunakan pembiayaan atau kredit swasta.
BlackRock mengorganisir ulang divisi investasi alternatifnya pada musim semi ini, dan meluncurkan unit khusus yang didedikasikan untuk kredit swasta.
Baca Juga
"Kami dulu menyebutnya 'pasar alternatif.' Itu adalah pasar niche dan alternatif, tetapi itu akan menjadi bagian inti yang besar dalam portofolio investor institusional," kata Keenan.
Dana pensiun pun mulai memperhatikan pasar pembiayaan kredit swasta di Amerika Serikat, di antaranyaArizona State Retirement System, yang mengalokasikan lebih dari 20% dari total aset mereka ke sektor ini.
Keenan juga menyatakan harapannya yang tinggi terhadap peran investor Jepang dalam bidang ini. "Banyak investor institusional, bahkan beberapa investor ritel (Jepang), selalu mencari produk berorientasi pendapatan di tengah suku bunga yang sangat rendah di negara tersebut,” katanya.
Pada bulan Agustus, BlackRock mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi Kreos Capital, penyedia utang swasta terkemuka di Eropa. Keenan mengatakan BlackRock akan menilai peluang M&A lebih lanjut untuk mempercepat pertumbuhan.

