Rusia Kuasai Tambang Litium Ukraina
MOSKOW, inevstortrust.id - Rusia telah merebut dua dari empat cadangan litium Ukraina sejak melancarkan invasi besar-besaran pada 2022, yang berpotensi merampas sumber daya ekonomi utama Kyiv.
Dilansir Oil Price, Rabu (15/1/2205), pada 11 Januari 2025, Rusia mengeklaim telah menguasai Shevchenko, pemukiman pedesaan di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Pemukiman tersebut terletak di atas salah satu deposit litium terbesar di Ukraina.
Baca Juga
Resmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Litium, Jokowi: Perkuat Ekosistem EV
Para ahli mengatakan, penyitaan cadangan litium Ukraina oleh Rusia dapat memengaruhi negara-negara Eropa lainnya dan upaya Benua Biru itu untuk beralih ke energi hijau.
Digambarkan sebagai "emas putih", litium merupakan material penting untuk baterai yang digunakan dalam perangkat, seperti telepon pintar, laptop, hingga kendaraan listrik.
Ukraina diperkirakan memiliki 500.000 ton litium yang belum dimanfaatkan, salah satu cadangan terbesar di Eropa, menurut survei geologi.
Pakar keamanan nasional dan pendiri Ecological Futures Group yang berbasis di AS Rod Schoonover mengatakan, tidak mungkin perampasan deposit litium Ukraina menjadi tujuan perang utama bagi Moskow.
Adapun Rusia memiliki cadangan signifikan. Namun, kekayaan mineral Ukraina merupakan salah satu alasan negara itu penting bagi Rusia.
Baca Juga
Industri Baterai EV Indonesia Disarankan Ganti Litium dengan Sodium Agar Lebih Murah
Perisai Ukraina, lempeng berbatu kuno dan besar yang membentang di sebagian besar Ukraina tengah dan selatan, mengandung mineral berharga, seperti besi dan litium, serta logam tanah jarang.
Uni Eropa berupaya mengamankan pasokan bahan baku, seperti litium dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing, termasuk Tiongkok. Litium merupakan kunci upaya Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke energi hijau.
"Dengan cadangan yang besar, Ukraina menonjol sebagai mitra yang menjanjikan," kata Schoonover.

