Gaza Masih Berkobar, Palestina Sebut Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 100 Orang Selama Akhir Pekan
KAIRO, investortrust.id - Israel dan Hamas masih berselisih soal rincian kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Jalur Gaza dan memulangkan para sandera. Sementara itu, pejabat Palestina mengatakan bahwa serangan udara Israel yang semakin intensif telah menewaskan lebih dari 100 orang selama akhir pekan.
Baca Juga
Israel Serang Gaza pada Tahun Baru 2025, Sedikitnya 26 Warga Palestina Tewas
Seorang pejabat Hamas mengatakan kelompok tersebut telah menyetujui daftar 34 sandera Israel untuk dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan yang dapat mengarah pada gencatan senjata. Namun, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan pernyataan bahwa Hamas belum memberikan daftar sandera.
Kemudian pada Minggu, pejabat Hamas memberikan salinan daftar tersebut kepada Reuters, menunjukkan 34 nama sandera yang siap dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.
Dorongan baru sedang dilakukan untuk mencapai gencatan senjata dalam perang 15 bulan antara Israel dan Hamas, serta memulangkan para sandera Israel yang dibawa ke Gaza, sebelum Presiden terpilih AS Donald Trump dilantik pada 20 Januari.
Upaya ini muncul di tengah meningkatnya aksi militer Israel di wilayah tersebut. Akhir pekan ini, serangan udara Israel di Gaza menewaskan 105 warga Palestina, kata petugas medis. Militer Israel mengatakan telah menewaskan puluhan militan Hamas.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Israel harus mematuhi hukum internasional dan melakukan "lebih banyak langkah signifikan untuk melindungi warga sipil". Namun, AS tetap mendukung hak Israel untuk membela diri.
Negosiator Israel dikirim pada Jumat untuk melanjutkan pembicaraan di Doha yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir. Pemerintahan Presiden Joe Biden, yang membantu memediasi, telah mendesak Hamas untuk menyetujui kesepakatan.
Baca Juga
AS Dorong Gencatan Senjata di Gaza, Harga Minyak Anjlok Hampir 3%
Hamas mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencapai kesepakatan secepat mungkin, tetapi belum jelas seberapa dekat kedua pihak dengan kesepakatan.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa setiap kesepakatan untuk memulangkan sandera Israel harus bergantung pada kesepakatan agar Israel menarik diri dari Gaza serta adanya gencatan senjata permanen atau penghentian perang.
"Namun, hingga saat ini, pendudukan terus bersikeras tidak menyepakati gencatan senjata dan penarikan, serta belum membuat kemajuan apa pun," kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
Netanyahu secara konsisten mengatakan perang hanya akan berakhir setelah Hamas dihancurkan sebagai kekuatan militer dan pemerintahan.
Baca Juga
Gencatan Senjata Gaza Buntu, Hamas: Netanyahu Harus Bertanggung Jawab
Israel meluncurkan serangannya di Gaza sebagai respons terhadap serangan 7 Oktober 2023 oleh militan Hamas di komunitas selatan Israel, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan membawa sekitar 250 sandera, menurut data Israel.
Serangan militer Israel sejak itu telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, memaksa sebagian besar penduduk meninggalkan rumah mereka, dan menewaskan 45.805 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan Gaza.
Perang Berkobar
Serangan militer Israel berlanjut di seluruh Jalur Gaza pada Minggu, dengan serangan udara menewaskan lima orang di sebuah rumah di kamp Nuseirat di Gaza tengah, kata pejabat kesehatan Gaza, dan serangan lain menewaskan empat orang di Jabalia di bagian utara Gaza.
Kemudian pada hari itu, serangan udara menghantam sebuah kantor polisi di Khan Younis di Gaza selatan, menewaskan lima orang, kata petugas medis. Belum jelas apakah semua korban adalah petugas polisi.
Menjelang malam, petugas medis mengatakan serangan udara Israel menewaskan tiga orang di kamp Bureij di Gaza tengah, menjadikan total korban tewas pada Minggu menjadi 17 orang.
Militer Israel mengatakan pihaknya telah menyerang militan Hamas yang beroperasi dari area kemanusiaan di Khan Younis, serta seorang militan Jihad Islam yang disebutnya telah melakukan serangan dari area kemanusiaan di Deir al-Balah.
Di lingkungan Sheikh Radwan di Gaza City, kerabat dan tetangga bergegas ke rumah keluarga Zuhd, yang dihantam serangan udara Israel pada Sabtu malam, menewaskan tujuh orang, kata petugas medis. Pencarian berlanjut pada Minggu pagi untuk empat orang lain yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan.
Tiga pria menggali puing-puing dengan tangan kosong untuk mengangkat jenazah dan mencari kemungkinan korban selamat.
Militer Israel mengatakan pada Minggu bahwa pasukannya telah menyerang lebih dari 100 target di seluruh Gaza selama akhir pekan, menewaskan puluhan militan Hamas. Militer juga mengatakan telah menghancurkan lokasi peluncuran roket yang digunakan untuk menyerang Israel dalam beberapa hari terakhir.
Pada Minggu, Israel mengatakan pihaknya telah membunuh seorang militan Jihad Islam di Jabalia yang terlibat dalam serangan 7 Oktober di Israel.

