McDonald's di Amerika Sepi Pengunjung, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Sebagian warga berpenghasilan rendah di Amerika Serikat (AS) mengurangi makan di restoran cepat saji, McDonald's. Mereka lebih memilih memasak di rumah untuk menghemat uang. Alhasil, McDonald's pun sepi pengunjung.
Chief Financial Officer (CFO) McDonald's, Ian Borden mengungkapkan, saat ini banyak konsumen mencoba mengelola inflasi, suku bunga yang lebih tinggi, dan berkurangnya tabungan.
“Ini adalah lingkungan konsumen yang menantang,” ungkap Ian, seperti dilansir CNN, Jumat (15/3/2024).
Baca Juga
Proyeksi Permintaan OPEC dan Data Inflasi AS Tekan Harga Minyak
Ian Borden mengungkapkan, inflasi tinggi telah mendorong masyarakat AS mengurangi barang-barang mewah. Hal ini termasuk pengeluaran mereka untuk makanan di restoran, seperti McDonald’s. “Makan di luar kini menjadi lebih mewah bagi warga AS,” tutur dia.
Berdasarkan data inflasi indeks harga konsumen (IHK) Februari 2024, harga makanan di rumah naik 1% dari tahun ke tahun, sedangkan harga makanan di restoran meningkat 4,5% dibandingkan tahun lalu.
Namun, lonjakan harga di restoran saat ini telah membalikkan keadaan dibandingkan tahun lalu, ketika makan di luar lebih murah. Saat itu, harga restoran naik 8,4% dan harga bahan makanan melonjak 10,2% dari tahun ke tahun.
“Beberapa dari konsumen tersebut memilih untuk lebih sering makan di rumah,” ujar Ian Borden.
Layanan Drive-Thru
Agar para pelanggan kembali makan di McDonald’s,kata Ian Borden, restoran cepat saji itu menawarkan lebih banyak keuntungan dalam bentuk drive-thru (layanan bawa pulang secara cepat tanpa harus turun dari kendaraan), termasuk paket seharga US$ 4 yang lebih rendah di 90% lokasi McDonald’s di AS.
McDonald's juga menghadapi masalah keuangan secara internasional, di antaranya akibat gejolak di Timur Tengah yang telah membebani penjualan di wilayah tersebut.
Baca Juga
Lebih Tinggi dari Perkiraan, Inflasi AS Desember 2023 Naik 3,4%
Penjualan dalam bisnis pasar berlisensi, yang merupakan bagian dari sebagian besar lokasinya di Timur Tengah, hanya tumbuh 0,7% pada kuartal IV-2023. Padahal, di AS dan kawasan lainnya, bisnis McDonald's tumbuh 4%.
Data Consumer Price Index (CPI) AS menunjukkan, inflasi pangan secara keseluruhan meningkat pada laju paling lambat sejak Mei 2021. Kenaikan harga di toko kelontong berada pada level terendah sejak Juni 2021, sedangkan inflasi pangan di restoran naik paling rendah sejak Juli 2021.

